BP Tapera dalam menyalurkan FLPP terus menunjukkan tren peningkatan, dimulai pada tahun 2020 sebesar 109.253 unit, kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi 178.728 unit, diikuti tahun berikutnya di 2022 sebesar 226.000 unit, dan tahun 2023 sebesar 229.000 unit. Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit, yang kemudian kembali menunjukkan kenaikan di tahun 2025 sebesar 278.868 unit. Capaian tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2025. Sedangkan pada realisasi penyaluran tahun 2026, per 29 Juli FLPP telah disalurkan sebanyak 118.756 unit senilai Rp14,76 Triliun.

Jakarta, 30 Juli 2026 – Badan
Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan
dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk ketiga kalinya kembali menggelar akad massal
KPR Rumah Subsidi skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dengan
mengundang Presiden RI, Prabowo Subianto.

Kegiatan serupa yang menghadirkan Presiden RI ini sebelumnya pernah
digelar sebanyak dua kali di tahun 2025, yaitu di Kecamatan Cileungsi Provinsi
Jawa Barat sebanyak 26.000 unit rumah, dan Kota Serang Provinsi Banten,
sebanyak 50.030 unit rumah.

Kegiatan akad massal kali ini diselenggarakan di Perumahan Puri Delta
City Side, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan 62.710
debitur KPR Rumah Subsidi melalui skema FLPP. Sebanyak 200 debitur dihadirkan
secara langsung, dan 62.510 selebihnya hadir secara daring (online). Akad massal ini kembali mencetak pencapaian tertinggi dibandingkan
akad massal sebelumnya, hal tersebut menunjukkan bahwa BP Tapera selalu
memberikan komitmen untuk terus meningkatkan capaiannya.

Akad massal juga dilakukan kepada 200 debitur Program KUR Perumahan,
dengan total nilai akad mencapai Rp880 Miliar bagi 7.100 debitur, dengan
rincian sisi permintaan (demand) sebanyak
6.873 debitur dan sisi penyedia (supply) sebanyak 227
debitur.

Diawali dalam rangkaian kegiatannya, Presiden RI mengunjungi penghuni
rumah subsidi setempat, yaitu Ibu Kudung Slamet yang berprofesi sebagai Asisten
Rumah Tangga, dan Sdri. Rahma Yuliani yang
berprofesi sebagai Satpam. Selanjutnya Presiden RI hadir dalam seremoni untuk menyaksikan dan menyerahkan secara
simbolis kunci rumah kepada 10 debitur perwakilan penerima KPR Sejahtera FLPP
yang berasal dari beragam profesi baik yang yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap (nonfix income), seperti profesi Pengemudi Ojek Online, Pemuka
Agama, Asisten Rumah Tangga, Guru, Perawat, Anggota TNI & Polri, hingga
Penjual Jamu. Presiden juga menyempatkan diri untuk menyapa dan berdialog
bersama dengan para debitur yang melakukan akad massal secara daring.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa akad yang
dilaksanakan secara serentak ini tersebar sekurang-kurangnya 130 titik di 372
Kabupaten/Kota pada 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Disampaikan Heru lebih
lanjut, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP tahun
2026, per 29 Juli telah mencapai 118.756
unit rumah senilai
Rp14,76 Triliun.

“Kinerja FLPP ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi kolaborasi
dengan Ekosistem Perumahan, kami ucapkan
terimakasih kepada Kementerian / Lembaga, Pemerintah Daerah,

Serikat Pekerja, Asosiasi Profesi, serta mitra kerja penyaluran yakni
PT Sarana Multi Griya Finansial (persero) bersama 43 bank penyalur yang terdiri
Bank 6 HIMBARA, 34 Bank Pembangunan Daerah, dan 3 Bank Swasta,” ujar Heru.

BP Tapera dalam menyalurkan FLPP terus menunjukkan tren peningkatan,
dimulai pada tahun 2020 sebesar 109.253
unit, kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi
178.728 unit, diikuti
tahun berikutnya di 2022 sebesar 226.000
unit, dan tahun 2023 sebesar
229.000 unit. Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300
unit, yang kemudian kembali menunjukkan kenaikan di tahun 2025 sebesar 278.868 unit. Capaian tahun 2025 ini merupakan
capaian tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2025. Sedangkan
pada realisasi penyaluran tahun 2026, per 29 Juli FLPP telah disalurkan sebanyak
118.756 unit senilai Rp14,76 Triliun.

Inovasi BP Tapera Dalam Meningkatkan Layanan
dan Perlindungan Konsumen

Guna terus mendukung Program Tiga Juta Rumah yang merupakan salah
satu Program Strategis Pemerintah, BP Tapera terus
meningkatkan layanannya melalui
berbagai inovasi. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo
Nugroho dalam kesempatan yang sama menyampaikan BP Tapera saat ini
terus melakukan peningkatan kualitas tata kelola Rumah Subsidi
melalui inovasi Layanan
Digital BP Tapera, dengan
membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang
terintegrasi, berbasis data, dan real-time.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, melalui inovasi Trilogi Stok, data
sistem ketersediaan rumah diintegerasikan secara real-time antara pengembang perumahan, bank penyalur, dan konsumen.
Hal ini dilakukan sebagai wujud
perlindungan konsumen untuk
memastikan rumah subsidi layak huni sebelum diakadkan. BP Tapera
juga melakukan penguatan Infrastruktur IT melalui peningkatan kapasitas
komputasi, AI, dan penyimpanan data yang didukung keamanan siber bersama BSSN.

Heru menyatakan bahwa BP Tapera saat ini juga telah menyiapkan skema
perluasan manfaat KPR Subsidi “Menindaklanjuti Komitmen Pemerintah untuk
menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi pekerja, khususnya di kawasan industri, kami telah mendukung penyiapan skema
perluasan manfaat KPR Subsidi, baik hunian tapak maupun vertikal atau rusun,” pungkas Heru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA