{"id":23669,"date":"2025-07-18T22:16:00","date_gmt":"2025-07-18T13:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=23669"},"modified":"2025-07-18T22:50:00","modified_gmt":"2025-07-18T13:50:00","slug":"baja-lapis-ri-tembus-pasar-as-menperin-bukti-daya-saing-industri-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=23669","title":{"rendered":"Baja Lapis RI Tembus Pasar AS, Menperin: Bukti Daya Saing Industri Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta (18\/07) \u2013 Industri baja nasional terus menunjukkan ketangguhannya di tengah tantangan global. Peluang ekspor semakin terbuka lebar seiring dengan kebijakan pembatasan perdagangan di sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS) yang masih menerapkan tarif tinggi terhadap produk baja berdasarkan Section 232.<\/p>\n<p>Menteri<br \/>\nPerindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, meskipun tarif impor baja<br \/>\ndi AS bisa mencapai 50 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tarif<br \/>\nproduk lain yang berkisar 19 persen, AS tetap bergantung pada impor untuk<br \/>\nmemenuhi kebutuhan baja lapisnya.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi<br \/>\ncelah yang berhasil dimanfaatkan oleh industri nasional. Amerika tetap<br \/>\nmembutuhkan baja lapis, dan Indonesia mampu menyediakannya dengan kualitas<br \/>\ntinggi,\u201d kata Menperin dalam sambutannya pada acara Pelepasan Ekspor Produk<br \/>\nBaja Lapis PT Tata Metal Lestari ke Amerika Serikat, di Pelabuhan Tanjung<br \/>\nPriok, Jakarta, Jumat (18\/7).<\/p>\n<p>Menperin<br \/>\nmemberikan apresiasi tinggi kepada PT Tata Metal Lestari atas keberhasilannya<br \/>\nmenembus pasar ekspor AS di tengah kebijakan proteksionis yang ketat.<br \/>\nKeberhasilan ini sebagai wujud ketangguhan industri manufaktur Indonesia dalam<br \/>\nmenghasilkan produk berstandar global.<\/p>\n<p>\u201cSaya bangga<br \/>\ndan mengapresiasi capaian luar biasa ini. Produk baja lapis yang diekspor tidak<br \/>\nhanya memenuhi standar internasional, tetapi juga menunjukkan daya saing<br \/>\nindustri baja nasional yang terus meningkat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dalam<br \/>\nkesempatan tersebut, PT Tata Metal Lestari mengirimkan ekspor baja lapis ke<br \/>\npasar AS dengan volume sebesar 10.000 ton senilai USD 12,6 juta. Sepanjang<br \/>\ntahun 2025, perusahaan menargetkan ekspor mencapai 69.000 ton, naik 133%<br \/>\ndibandingkan realisasi tahun 2024.<\/p>\n<p>\u201cInformasi<br \/>\nyang kami terima menyebutkan bahwa ekspor ke Amerika Serikat dan Kanada telah<br \/>\ndilakukan secara berkelanjutan sejak Oktober 2024. Ini membuktikan bahwa produk<br \/>\nbaja Indonesia dipercaya dan diterima di pasar global, bahkan di tengah<br \/>\ndinamika kebijakan perdagangan yang terus berubah,\u201d tambah Menperin.<\/p>\n<p>Agus juga<br \/>\nmenyoroti pentingnya kolaborasi antara PT Tata Metal Lestari sebagai pelaku<br \/>\nindustri hilir dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku penyedia bahan<br \/>\nbaku dari sektor hulu. \u201cSinergi ini mencerminkan kekuatan ekosistem industri<br \/>\nbaja nasional yang solid dan mampu menjawab tantangan serta peluang pasar<br \/>\nglobal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menperin<br \/>\nmenekankan bahwa kunci penguatan ekonomi nasional terletak pada kemampuan<br \/>\nindustri untuk menciptakan nilai tambah serta membangun jejaring hulu-hilir<br \/>\nyang kuat, berkelanjutan, dan inklusif. Ia mendorong pelaku industri besi dan<br \/>\nbaja untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan berinovasi menciptakan<br \/>\nproduk bernilai tambah tinggi serta ramah lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cDengan<br \/>\nstrategi tersebut, saya yakin produk baja Indonesia akan semakin kompetitif dan<br \/>\nditerima luas di pasar internasional,\u201d tegas Agus.<\/p>\n<p>Pada<br \/>\nkesempatan yang sama, VP of Operations PT Tata Metal, Stephanus Koeswandi<br \/>\nmenyampaikan bahwa ekspor ke AS kali ini merupakan bagian dari ekspansi agresif<br \/>\nperusahaan ke pasar global. \u201cBulan Februari kami ekspor 5000 ton, kemudian<br \/>\nsetiap bulan terus meningkat hingga Juli ini kami ekspor 10.000 ton, atau<br \/>\nsekitar 14,5% dari total target ekspor 2025 yang mencapai 69.000 ton,\u201d<br \/>\njelasnya. <\/p>\n<p>Menurut<br \/>\nStephanus, peningkatan ekspor tahun 2025 ini telah mencapai 133% dibandingkan<br \/>\n2024. \u201cIni adalah bukti bahwa produk nasional mampu menjawab kebutuhan industri<br \/>\nkonstruksi global, khususnya di pasar Amerika yang tetap terbuka,\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Lebih lanjut,<br \/>\ndengan kontribusi ekspor sebesar 30\u201340 persen terhadap total penjualan Tata<br \/>\nMetal, kegiatan ini menjadi salah satu penopang penting bagi penguatan ekonomi<br \/>\nnasional berbasis industri, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di<br \/>\nsektor hilir.<\/p>\n<p>Pelepasan kali<br \/>\nini, ada tiga produk yang akan diekspor, yakni BJLAS (Baja Lapis Aluminium<br \/>\nSeng) bermerek Nexalume, BJLS (Baja Lapis Seng) bermerek Nexium, BJLS Warna<br \/>\nbermerek Nexcolor. \u201cProduk yang diekspor telah melalui proses pelapisan baja<br \/>\ndan pelapisan warna sesuai standar kualitas internasional, dan digunakan<br \/>\nsebagai bahan baku roll-former untuk industri konstruksi di AS,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\nDirektur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Akbar Djohan mengemukakan,<br \/>\nsinergi kedua perusahaan ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat ekosistem<br \/>\nindustri baja nasional. \u201cKrakatau Baja Industri memiliki keandalan manufaktur<br \/>\ndalam memproduksi baja lembaran dingin (CRC) unggulan yang berkualitas tinggi<br \/>\ndan diakui di pasar dunia,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Menurutnya,<br \/>\npasar ekspor kini menjadi salah satu andalan bagi Krakatau Steel Group untuk<br \/>\nmendukung kinerja penjualan. Sebelumnya Krakatau Baja Industri telah melakuakan<br \/>\nekspor ke Polandia dan dalam waktu dekat kegiatan ekspor juga akan terus kami<br \/>\nlakukan ke beberapa negara di Eropa lainnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/58fa18cb-606a-4f81-f62f-927b5c535700\/public\" alt=\"Jajaran Kementerian Perindustrian, Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Krakatau Baja Industri, dan PT Tata Metal Lestari Selenggarakan Ekspor Produk Baja ke Amerika Serikat.\" \/><\/p>\n<p>\u201cKami<br \/>\nmendukung ekspor ini dengan pasokan baja lembaran berkualitas tinggi. Ekspor<br \/>\nini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan utilitas pabrik dan<br \/>\nmemperkuat struktur industri hulu-hilir dalam negeri,\u201d tegas Akbar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (18\/07) \u2013 Industri baja nasional terus menunjukkan ketangguhannya di tengah tantangan global. Peluang ekspor semakin terbuka lebar seiring dengan kebijakan pembatasan perdagangan di sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS) yang masih menerapkan tarif tinggi terhadap produk baja berdasarkan Section 232. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, meskipun tarif impor baja di AS bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23671,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-23669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23669"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23669\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23670,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23669\/revisions\/23670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}