{"id":28126,"date":"2025-08-31T15:57:51","date_gmt":"2025-08-31T06:57:51","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=28126"},"modified":"2025-08-31T16:49:28","modified_gmt":"2025-08-31T07:49:28","slug":"dukung-program-swasembada-pangan-kementerian-pu-revitalisasi-jaringan-irigasi-akedaga-dan-opiyang-di-halmahera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=28126","title":{"rendered":"Dukung Program Swasembada Pangan, Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang Di Halmahera"},"content":{"rendered":"<p>PULAU HALMAHERA, 31 Agustus 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung salah satu program prioritas nasional, yakni swasembada pangan. Sebagai wujud nyata dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU kini tengah merevitalisasi dua jaringan irigasi penting, Akedaga dan Opiyang, di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dengan total panjang mencapai 5,7 kilometer (km).<\/p>\n<p>Proyek strategis ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk menjamin<br \/>\nketersediaan air bagi lahan persawahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan<br \/>\nproduktivitas panen para petani setempat.<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam kunjungan kerjanya di Maluku Utara pada<br \/>\nKamis (28\/8\/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap<br \/>\njengkal sawah produktif mendapatkan pasokan air yang memadai. Menurutnya,<br \/>\nrevitalisasi ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk mengalirkan air<br \/>\ndari bendungan, bendung, dan sungai hingga ke sawah-sawah yang paling jauh<br \/>\nsekalipun.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memastikan air yang ada di bendungan, bendung dan sungai bisa<br \/>\nmengalir ke sawah-sawah terjauh,&#8221; ujar Menteri Dody. &#8220;Kami melakukan<br \/>\nrehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pusat, Provinsi, Kabupaten<br \/>\ndan Kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan<br \/>\nkami mengerjakan irigasi kewenangan non-Pemerintah Pusat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pekerjaan revitalisasi itu dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS)<br \/>\nMaluku Utara dan telah dimulai sejak Maret 2025. Proyek<br \/>\nini terbagi dalam dua jaringan utama:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nJaringan Irigasi Akedaga:<br \/>\nMeliputi perbaikan bangunan bagi dan sadap serta saluran pembawa sekunder<br \/>\nsepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air<br \/>\nuntuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai<br \/>\nDodoga.<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nJaringan Irigasi Opiyang:<br \/>\nMencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran<br \/>\npembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele.<\/p>\n<p>Hingga akhir<br \/>\nAgustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai<br \/>\n70% dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.<\/p>\n<p>Kepala BWS<br \/>\nMaluku Utara, M. Saleh Talib, menambahkan bahwa proses konstruksi dirancang<br \/>\nagar tidak mengganggu aktivitas pertanian. Selama proses konstruksi, air irigasi ke sawah<br \/>\npetani tetap mengalir menggunakan saluran pengelak dan pompanisasi.<br \/>\nRehabilitasi ini sangat diperlukan untuk menjaga fungsi saluran irigasi agar<br \/>\ntetap optimal.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan dengan ketersediaan air yang cukup, produktivitas<br \/>\npertanian tanam padi dapat meningkat dan mampu mewujudkan swasembada<br \/>\npangan,&#8221; kata M. Saleh Talib.<\/p>\n<p>Petani Rasakan Manfaat Langsung<\/p>\n<p>Dampak positif dari proyek ini sudah dirasakan langsung oleh para petani di<br \/>\nsekitar lokasi. Sutarno, seorang petani yang juga menjabat sebagai Kepala Desa<br \/>\nToboino, mengungkapkan bahwa sistem irigasi yang lebih baik telah menghilangkan<br \/>\nkonflik perebutan air antarpetani yang dulu sering terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk<br \/>\nketersediaan air, kami cukup. Konflik perebutan air tidak terjadi lagi. Dalam sekali panen, kami bisa<br \/>\nmenghasilkan hingga 3 ton per hektare,&#8221; jelas Sutarno.<\/p>\n<p>Rasa syukur serupa juga diungkapkan oleh Supandi, petani dari Desa<br \/>\nSidomulyo yang lahannya dialiri oleh DI Akedaga. Ia mengaku sangat bersyukur<br \/>\nkarena dengan adanya perbaikan jaringan irigasi, kebutuhan air untuk sawahnya<br \/>\nkini selalu tercukupi, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan<br \/>\nsubur.<\/p>\n<p>Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang ini menjadi bukti bahwa<br \/>\npembangunan infrastruktur yang tepat sasaran merupakan kunci untuk meningkatkan<br \/>\nkesejahteraan petani dan langkah penting dalam mewujudkan cita-cita besar<br \/>\nswasembada pangan\u00a0nasional.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PULAU HALMAHERA, 31 Agustus 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung salah satu program prioritas nasional, yakni swasembada pangan. Sebagai wujud nyata dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU kini tengah merevitalisasi dua jaringan irigasi penting, Akedaga dan Opiyang, di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28128,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-28126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28126"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28127,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28126\/revisions\/28127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}