{"id":31884,"date":"2025-10-14T12:24:29","date_gmt":"2025-10-14T03:24:29","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=31884"},"modified":"2025-10-14T12:50:00","modified_gmt":"2025-10-14T03:50:00","slug":"kementerian-pu-ajak-masyarakat-mulai-kekola-sampah-dari-rumah-demi-wujudkan-program-pengelolaan-sampah-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=31884","title":{"rendered":"Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah Demi Wujudkan Program Pengelolaan Sampah Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 14 Oktober 2025 &#8211; Gerakan mengelola sampah dari rumah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga merupakan langkah membangun fondasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi tercapainya target 100% pengelolaan sampah nasional pada 2029. <\/p>\n<p>Sebagai bagian dari upaya itu, sekaligus memperingati Hari Habitat<br \/>\nDunia dan Hari Kota Dunia 2025, Kementerian PU menggelar acara &#8220;Women\u2019s<br \/>\nTalk Kelola Sampah dari Rumah&#8221; pada Senin (13\/10\/2025). Acara ini menjadi<br \/>\npengingat bahwa persoalan sampah nasional sejatinya bisa diurai jika setiap<br \/>\nkeluarga mengambil peran aktif.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/fdaa6b62-66c2-48c4-645e-06a71583d100\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Inisiatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta<br \/>\nKarya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU ini menyoroti sebuah<br \/>\nfakta penting. Penasihat DWP Kementerian PU, Irma Dody Hanggodo, mengungkapkan<br \/>\nbahwa separuh atau 50% sampah yang dihasilkan di Indonesia berasal dari<br \/>\naktivitas rumah tangga. Fakta ini menegaskan bahwa kunci untuk mengurangi beban<br \/>\npengelolaan sampah secara nasional ada di tangan setiap keluarga.<\/p>\n<p>\u201cRumah adalah ruang terkecil namun terkuat dalam membentuk<br \/>\nperilaku. Jika dimulai dari rumah untuk membiasakan diri mengurangi serta<br \/>\nmemisahkan sampah organik dan anorganik, maka orang tua telah memberi teladan<br \/>\nnyata untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan<br \/>\nkeberlanjutan lingkungan,\u201d kata Penasihat DWP Irma.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Irma meyakini bahwa perempuan memegang peran<br \/>\nstrategis sebagai motor penggerak perubahan di dalam rumah. Gerakan kecil yang<br \/>\ndimulai dari dapur dan halaman rumah ini diyakini dapat meluas menjadi sebuah<br \/>\ngerakan masif di tingkat komunitas, kota, hingga akhirnya skala nasional.<\/p>\n<p>\u201cMelalui kegiatan ini, kami mengajak ibu-ibu di lingkungan<br \/>\nKementerian PU berbagi inspirasi dan aksi nyata kurangi sampah dari rumah. Mari<br \/>\nbersama-sama kita jadikan keluarga besar PU sebagai contoh dan teladan dalam<br \/>\nmewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat, serta kota dan lingkungan yang<br \/>\nmanusiawi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,\u201d ujar Irma.<\/p>\n<p>Dukungan penuh juga datang dari Wakil Menteri<br \/>\nPU, Diana Kusumastuti, yang turut hadir dalam acara tersebut. Diana Kusumastuti menekankan pentingnya<br \/>\nmemulai aksi nyata pemilahan sampah dari diri sendiri, dari rumah, dan dari<br \/>\nlingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan<br \/>\npembiasaan di lingkungan terkecil adalah fondasi untuk sistem pengelolaan<br \/>\nsampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu gerakan perubahan yang masif<br \/>\nmulai dari lingkungan kecil di rumah hingga lingkungan yang lebih besar lagi<br \/>\ndan saya harap ibu-ibu di Kementerian PU dapat menjadi contoh agen perubahan<br \/>\ntersebut. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya oleh pemerintah pusat sendiri,<br \/>\ntapi harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan juga kita<br \/>\nsendiri, masing-masing harus bisa memilah dan mengelola sampah,\u201d ungkap Wamen<br \/>\nDiana.<\/p>\n<p>Sebagai konteks, data menunjukkan situasi<br \/>\nyang cukup mengkhawatirkan. Sejak tahun 2021, kota-kota di seluruh Indonesia<br \/>\ntelah menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah setiap tahunnya. Sebagian<br \/>\nbesar dari timbunan sampah tersebut, sayangnya, masih berakhir di Tempat<br \/>\nPemrosesan Akhir (TPA) yang kini banyak di antaranya sudah kelebihan kapasitas.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, untuk mengejar target 100%<br \/>\npengelolaan sampah pada 2029, peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia<br \/>\n2025 secara khusus mengangkat tema global\u00a0<i>Urban Crisis Response:<br \/>\nPeople-Centred Smart Cities<\/i>\u00a0dan tema nasional &#8220;Aksi Pilah Sampah<br \/>\nMenuju Indonesia Bersih Indonesia Sehat: Kota Cerdas yang Manusiawi&#8221;.<br \/>\nFokus utamanya adalah mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/eec78ae3-4c8e-4c48-15cd-f754c6e74f00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi<br \/>\nChomistriana, yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya,<br \/>\nDian Irawati, menambahkan bahwa tercapainya target besar ini memerlukan kerja<br \/>\nsama dari semua pihak.<\/p>\n<p>\u201cKota cerdas yang memanusiakan penduduknya<br \/>\nmembutuhkan ekosistem yang kolaboratif, dari perencanaan yang presisi sampai<br \/>\nmembentuk kebiasaan warganya di level rumah tangga. Ketika rumah tangga,<br \/>\nsekolah, dan komunitas bergerak serempak, target 2029 lebih dekat tercapai,\u201d<br \/>\nujar Dian.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 14 Oktober 2025 &#8211; Gerakan mengelola sampah dari rumah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga merupakan langkah membangun fondasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi tercapainya target 100% pengelolaan sampah nasional pada 2029. Sebagai bagian dari upaya itu, sekaligus memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025, Kementerian PU menggelar acara &#8220;Women\u2019s [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31886,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31884"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31885,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31884\/revisions\/31885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}