{"id":31974,"date":"2025-10-15T08:00:23","date_gmt":"2025-10-14T23:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=31974"},"modified":"2025-10-15T08:49:26","modified_gmt":"2025-10-14T23:49:26","slug":"arsitektur-ramah-lingkungan-wujud-nyata-komitmen-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=31974","title":{"rendered":"Arsitektur Ramah Lingkungan: Wujud Nyata Komitmen Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam bidang arsitektur, konsep berkelanjutan adalah sebuah pendekatan<br \/>\nterapan untuk menjaga potensi sumber daya alam dan ekosistem manusia. Konsep<br \/>\nini memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/binus.edu\">BINUS<\/a> kembali menyelenggarakan BINUS Book Review, kali ini mengulas buku<br \/>\nberjudul \u201cSustainable Architecture (Arsitektur Berkelanjutan)\u201d karya akademisi<br \/>\nBINUS, Dr. Ar. Yanita Mila Ardiani, S.T., M.T., IAI. Acara yang berlangsung<br \/>\npada 19 Agustus 2025 di BINUS @Kemanggisan ini diadakan secara <i>hybrid<\/i>,<br \/>\nmenjangkau peserta dari berbagai lokasi.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BINUS Library &amp; Knowledge<br \/>\nCenter, Knowledge Management Innovation, <a href=\"http:\/\/bmpbookstore.com\">BINUS Media &amp; Publishing<\/a>, serta<br \/>\nBINUS Press. Buku ini memberikan informasi mendalam mengenai arsitektur<br \/>\nberkelanjutan, mulai dari lingkungan, bangunan ekologi, hingga perencanaan<br \/>\nperkotaan. Di dalamnya, istilah-istilah seperti <i>recycle building<\/i>, <i>ecology<br \/>\nbuilding<\/i>, <i>biophilic building<\/i>, dan <i>pandemic building<\/i> dibahas<br \/>\nsecara sistematis.<\/p>\n<p>Dalam sesi bedah buku, Ibu Yanita Mila menegaskan bahwa keberlanjutan<br \/>\nadalah sebuah keharusan. \u201cKeberlanjutan adalah sebuah keharusan, bukan hanya<br \/>\ntren dalam perencanaan lingkungan hidup,\u201d tegasnya. Ia juga menambahkan,<br \/>\n\u201cSetiap bangunan, lingkungan, dan kota harus dirancang untuk berjalan seiring<br \/>\ndengan alam, bukan melawannya.\u201d<\/p>\n<p>Salah satu keunggulan buku ini adalah penyajiannya yang tidak hanya<br \/>\nberisi teori, tetapi juga dilengkapi ilustrasi visual. Ini membuat pemahaman<br \/>\nkonsep arsitektur yang kompleks menjadi lebih mudah bagi akademisi maupun<br \/>\nmasyarakat umum. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa arsitektur,<br \/>\nperencana kota, dan siapa pun yang ingin memahami arsitektur berkelanjutan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/593c7db0-95d4-40ae-c666-302c68046200\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Acara BINUS Book Review ini merupakan wujud nyata dari komitmen BINUS<br \/>\nuntuk membina dan memberdayakan masyarakat. Melalui kegiatan bedah buku ini,<br \/>\nBINUS berupaya menyebarkan pengetahuan yang relevan dan krusial, seperti isu<br \/>\narsitektur berkelanjutan, kepada khalayak yang lebih luas.<\/p>\n<p>Dengan memfasilitasi diskusi akademik dan mengapresiasi karya akademisi,<br \/>\nBINUS tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak<br \/>\npositif yang nyata bagi masyarakat. Inisiatif seperti ini menegaskan peran<br \/>\nBINUS sebagai lembaga pendidikan yang berdedikasi untuk mendorong inovasi dan<br \/>\nkesadaran akan pentingnya isu-isu global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam bidang arsitektur, konsep berkelanjutan adalah sebuah pendekatan terapan untuk menjaga potensi sumber daya alam dan ekosistem manusia. Konsep ini memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. BINUS kembali menyelenggarakan BINUS Book Review, kali ini mengulas buku berjudul \u201cSustainable Architecture (Arsitektur Berkelanjutan)\u201d karya akademisi BINUS, Dr. Ar. Yanita Mila Ardiani, S.T., M.T., IAI. Acara yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31976,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31974"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31975,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31974\/revisions\/31975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}