{"id":38518,"date":"2026-01-09T01:03:15","date_gmt":"2026-01-08T16:03:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38518"},"modified":"2026-01-09T01:03:15","modified_gmt":"2026-01-08T16:03:15","slug":"kementerian-pu-pulihkan-alur-sungai-krueng-meureudu-geliat-nelayan-pidie-jaya-kembali-bangkit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38518","title":{"rendered":"Kementerian PU Pulihkan Alur Sungai Krueng Meureudu, Geliat Nelayan Pidie Jaya Kembali Bangkit"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 8 Januari 2026 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Upaya penanganan darurat yang dilakukan Kementerian PU di Sungai Krueng Meureudu kini mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya bagi kebangkitan kembali aktivitas perekonomian masyarakat pesisir.\n<\/p>\n<p>Normalisasi sungai yang dilaksanakan secara bertahap oleh Balai<br \/>\nWilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh berhasil mengembalikan fungsi alur Sungai<br \/>\nKrueng Meureudu hingga ke muara. Dampak positifnya, perahu nelayan yang<br \/>\nsebelumnya tertahan di tambatan akibat pendangkalan sedimen material banjir,<br \/>\nkini dapat kembali melaut dengan aman.<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan penanganan<br \/>\ninfrastruktur pascabencana tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana<br \/>\nlanjutan, tetapi juga menjadi katalisator pemulihan ekonomi masyarakat<br \/>\nterdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Kementerian PU berkomitmen terus hadir dalam penanganan<br \/>\nbencana di Aceh untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh<br \/>\nmasyarakat, terutama di masa-masa sulit pascabencana,&#8221; ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui BWS<br \/>\nSumatera I Aceh telah bergerak melakukan pembersihan material kayu,<br \/>\npengangkatan sedimen, pelebaran sungai, serta perbaikan alur di titik-titik<br \/>\nkritis. Fokus utama pekerjaan adalah memastikan fungsi infrastruktur Sumber<br \/>\nDaya Air (SDA) kembali normal guna mengurangi risiko banjir susulan.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, alur Sungai Krueng Meureudu telah berhasil dibuka<br \/>\nsepanjang 5,7 kilometer (km), mulai dari Jembatan Jalan Nasional ruas<br \/>\nMeureudu-Batas Pidie Jaya hingga ke muara (kuala).<\/p>\n<p>Secara teknis, normalisasi ini telah mengembalikan kapasitas<br \/>\nsungai untuk mengalirkan debit air hingga kala ulang 5-tahunan. Kondisi ini<br \/>\ntidak hanya melindungi infrastruktur jalan dan jembatan di sekitarnya dari<br \/>\nancaman bencana hidrometeorologi, tetapi juga menjamin kelancaran aktivitas<br \/>\nwarga.<\/p>\n<p>Kementerian PU akan terus memantau kondisi sungai dan<br \/>\ninfrastruktur pendukung lainnya, serta siap mengambil langkah lanjutan untuk<br \/>\npenanganan jangka panjang. Dengan pulihnya fungsi Sungai Krueng Meureudu,<br \/>\ndiharapkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana semakin kuat dan roda<br \/>\nekonomi masyarakat Pidie Jaya dapat kembali berputar secara bertahap.<\/p>\n<p>Program kerja<br \/>\nini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam<br \/>\nmenjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/d313c508-51c4-4175-8798-bea8f381a057\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 8 Januari 2026 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Upaya penanganan darurat yang dilakukan Kementerian PU di Sungai Krueng Meureudu kini mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya bagi kebangkitan kembali aktivitas perekonomian masyarakat pesisir. Normalisasi sungai yang dilaksanakan secara bertahap oleh Balai Wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}