{"id":38612,"date":"2026-01-11T16:02:03","date_gmt":"2026-01-11T07:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38612"},"modified":"2026-01-11T16:02:03","modified_gmt":"2026-01-11T07:02:03","slug":"krakatau-steel-perkuat-pondasi-bisnis-dengan-komitmen-pasokan-jangka-panjang-dan-sinergi-strategis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38612","title":{"rendered":"Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)\/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.<\/p>\n<p>Kesepakatan<br \/>\n<i>Long Term Supply Agreement (LTSA)<\/i> ini merefleksikan kekuatan <i>positioning<\/i><br \/>\nKrakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional.<br \/>\nKomitmen ini menciptakan landasan bisnis yang <i>predictable<\/i>, mendukung<br \/>\nefisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal<br \/>\nini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah<br \/>\ndinamika pasar global yang fluktuatif.<\/p>\n<p>\u201cBagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal<br \/>\nvolume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat.<br \/>\nKetika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan<br \/>\nindustri dalam negeri akan semakin solid,\u201d ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga<br \/>\nmenjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association<br \/>\n(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi<br \/>\nberkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah<br \/>\nterjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor<br \/>\nyang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000<br \/>\nton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti<br \/>\nnyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan<br \/>\ndikelola dengan model bisnis yang kompetitif.<\/p>\n<p>Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras<br \/>\ndengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan<br \/>\npondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel<br \/>\nsiap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan<br \/>\nmendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara<br \/>\nKrakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang<br \/>\npertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi<br \/>\npenting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam<br \/>\nmendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah<br \/>\nindustri hilir.<\/p>\n<p>\u201cDan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua<br \/>\nperusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang,<br \/>\nsejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan<br \/>\nberkualitas\u201d lanjut Hernowo.<\/p>\n<p><b>Rekam Jejak<br \/>\nGlobal: Menembus Pasar Amerika Serikat<\/b><\/p>\n<p>Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal<br \/>\nLestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja<br \/>\nlapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton<br \/>\npada Februari 2025.<\/p>\n<p>Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja<br \/>\nIndonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan<br \/>\nmenembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group<br \/>\nmemenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional.<\/p>\n<p><b>Percepatan<br \/>\nIndustrialisasi Nasional<\/b><\/p>\n<p>Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita<br \/>\nPresiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan<br \/>\nindustrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid,<br \/>\nkolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan<br \/>\nberkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, penandatanganan LTSA ini dilakukan<br \/>\noleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel,<br \/>\nHernowo, dan President Director PT Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi<br \/>\nKoeswandi, pada Rabu (7\/1) di Jakarta.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/ca5a2f59-8615-42c5-871a-ae9fe1ad08f9\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)\/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38613,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38612"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38612\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}