{"id":38735,"date":"2026-01-13T21:02:32","date_gmt":"2026-01-13T12:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38735"},"modified":"2026-01-13T21:02:32","modified_gmt":"2026-01-13T12:02:32","slug":"tinjau-pemulihan-pascabencana-di-aceh-tenggara-menteri-pu-penanganan-banjir-harus-sentuh-hulu-sabo-dam-jadi-solusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38735","title":{"rendered":"Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, Menteri PU: Penanganan Banjir Harus Sentuh Hulu, Sabo Dam Jadi Solusi"},"content":{"rendered":"<p>ACEH, 13 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang tidak cukup hanya dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu sungai.<\/p>\n<p>Penegasan tersebut disampaikan Menteri Dody<br \/>\nsaat meninjau proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tenggara, Minggu<br \/>\n(11\/1\/2026). Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali sedimen (<i>sabo<br \/>\ndam<\/i>) dan\u00a0<i>check dam<\/i>\u00a0merupakan salah satu solusi masa depan<br \/>\nuntuk menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa aliran sungai<br \/>\nsaat hujan deras.<\/p>\n<p>&#8220;Penanganan banjir bandang harus dimulai<br \/>\ndari hulu.\u00a0<i>Sabo dam<\/i>\u00a0berfungsi sebagai penangkap material<br \/>\nsehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak<br \/>\ninfrastruktur,&#8221; ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Guna memperkuat sistem pengendalian banjir di<br \/>\nwilayah hulu, Kementerian PU merencanakan pembangunan\u00a0<i>check dam<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>sabo<br \/>\ndam<\/i>\u00a0di wilayah Aceh. Aceh membutuhkan sekitar 30 hingga 40 titik<br \/>\nlokasi dam, terutama di daerah rawan banjir bandang di Aceh Tenggara dan hulu<br \/>\nSungai Alas. Pembangunan ini ditargetkan terlaksana secara bertahap dengan<br \/>\npercepatan pada lokasi-lokasi prioritas.<\/p>\n<p>Menteri Dody menekankan bahwa perbaikan<br \/>\ninfrastruktur konektivitas, seperti jembatan, tidak akan efisien tanpa<br \/>\npengendalian di hulu.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita mau membangun jembatan,<br \/>\ntidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan<br \/>\npembangunan\u00a0<i>sabo dam<\/i>\u00a0di hulunya agar lebih efisien dan<br \/>\nberkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak<br \/>\nturun ke hilir,&#8221; ungkap Menteri Dody.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Dody<br \/>\nmeninjau langsung Jembatan Pantai Dona yang membentang di atas Sungai Alas.<br \/>\nJembatan ini merupakan akses vital penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan<br \/>\nLawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahmah.<\/p>\n<p>Menteri Dody telah menginstruksikan Balai<br \/>\nPelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk mempercepat penanganan jembatan<br \/>\ntersebut dengan sistem kerja paralel.<\/p>\n<p>&#8220;Saya minta dikerjakan siang dan malam<br \/>\ndari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2\u20133 bulan sudah bisa selesai dan<br \/>\nkembali difungsikan,&#8221; ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody<br \/>\njuga meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana<br \/>\npada 27 November 2025 lalu. Jembatan ini memiliki peran penting dalam menopang<br \/>\nperekonomian masyarakat setempat karena menghubungkan empat kecamatan: Lawe<br \/>\nAlas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.<\/p>\n<p>Selain infrastruktur konektivitas, Menteri PU<br \/>\njuga memberikan perhatian khusus pada fasilitas kesehatan yang berada di zona<br \/>\nmerah rawan bencana. Saat meninjau Puskesmas Jambul Alam, Menteri Dody menilai<br \/>\nlokasi puskesmas saat ini sudah tidak ideal karena berada dekat dasar sungai<br \/>\ndan berisiko tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Puskesmas ini memang sudah<br \/>\ndirekomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih<br \/>\naman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat<br \/>\nbaru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Melalui rangkaian peninjauan ini, Menteri PU<br \/>\nmenegaskan bahwa dalam melakukan pemulihan pascabencana kementeriannya tidak<br \/>\nsekadar melakukan penanganan darurat, tetapi membangun sistem perlindungan<br \/>\ninfrastruktur yang tangguh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa<br \/>\nmendatang.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja,<br \/>\nBergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo<br \/>\nSubianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat\n<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/b28e3b3f-f5b7-439f-9f0d-cdd1a546d6be\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH, 13 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang tidak cukup hanya dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu sungai. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tenggara, Minggu (11\/1\/2026). Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali sedimen (sabo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38736,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}