{"id":38796,"date":"2026-01-14T22:02:03","date_gmt":"2026-01-14T13:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38796"},"modified":"2026-01-14T22:02:03","modified_gmt":"2026-01-14T13:02:03","slug":"pastikan-pasokan-air-bersih-warga-di-wilayah-terdampak-bencana-aceh-kementerian-pu-tambah-57-titik-sumur-bor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38796","title":{"rendered":"Pastikan Pasokan Air Bersih Warga di Wilayah Terdampak Bencana Aceh, Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor"},"content":{"rendered":"<p>Aceh, 14 Januari 2026 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam guna menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.<\/p>\n<p>Menteri PU,<br \/>\nDody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu<br \/>\nprioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan<br \/>\nkeberlangsungan aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.<\/p>\n<p>\u201cPemulihan<br \/>\npascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi<br \/>\njuga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,<br \/>\nterutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara<br \/>\nharus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman<br \/>\ndan layak,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Pelaksanaan<br \/>\npembangunan sarana air bersih ini dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan,<br \/>\nPrasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, melengkapi penanganan 24 titik sumur bor<br \/>\nyang sebelumnya telah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.<br \/>\nBPBPK Aceh menargetkan pengerjaan 57 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten<br \/>\nAceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Saat ini, status pelaksanaan di<br \/>\nlapangan sangat dinamis, mulai dari tahap persiapan, survei geolistrik,<br \/>\nmobilisasi alat, proses pengeboran, hingga beberapa titik yang telah rampung<br \/>\nsepenuhnya dan dimanfaatkan warga.<\/p>\n<p>Progres<br \/>\nsignifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana lima sumur bor dangkal<br \/>\ntelah selesai 100 persen dan beroperasi mendukung fasilitas umum. Lokasi yang<br \/>\ntelah terlayani meliputi Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di<br \/>\nKecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di<br \/>\nKecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak. <\/p>\n<p>Selain itu,<br \/>\npembangunan sumur bor dalam di wilayah itu terus dikebut. Tercatat pengeboran<br \/>\nterdalam berada di Puskesmas Bendahara yang mencapai 85 meter, disusul<br \/>\nPuskesmas Rantau sedalam 65 meter, Puskesmas Karang Baru sedalam 47 meter,<br \/>\nPuskesmas Kuala Simpang sedalam 45 meter, serta Desa Alur Manis di Kecamatan<br \/>\nRantau yang mencapai 35 meter.<\/p>\n<p>Masih di Aceh<br \/>\nTamiang, sumur bor dalam di Desa Kota Lintang (Kecamatan Kota Kuala Simpang)<br \/>\ndan Kantor Datok Kampung Suka Makmur (Kecamatan Kejuruan Muda) telah selesai<br \/>\ndan siap dimanfaatkan. <\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\npekerjaan di lokasi lain seperti Kantor Datok Alur Bemban baru dimulai dengan<br \/>\nkedalaman awal 6 meter pascasurvei geolistrik, sedangkan Puskesmas Kejuruan<br \/>\nMuda dan lokasi sumur dangkal di Kampung Suka Makmur tengah dalam tahap<br \/>\nmobilisasi alat.<\/p>\n<p>Di Kabupaten<br \/>\nPidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dibangun dan langsung<br \/>\ndimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai lokasi. Fasilitas air bersih ini kini<br \/>\nmelayani Huntara 1 di Kompleks Dinas Perhubungan, Meunasah Gampong Dayah Kruet,<br \/>\ndan Meunasah Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua, serta Meunasah Gantung,<br \/>\nMeunasah Gampong Beurawang, dan Meunasah Cut di Kecamatan Meureudu. <\/p>\n<p>Untuk sumur bor<br \/>\ndalam, pengerjaan terus berlangsung di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan<br \/>\nkedalaman saat ini 14 meter, di Meunasah Gampong Seunong sedalam 35 meter,<br \/>\nserta di Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya yang telah<br \/>\nmencapai kedalaman 27 meter.<\/p>\n<p>Kementerian PU<br \/>\njuga menghadapi tantangan kondisi geografis dan teknis di Kabupaten Bener<br \/>\nMeriah, namun upaya penyediaan air bersih tetap berjalan intensif. <\/p>\n<p>Pengeboran<br \/>\naktif tengah dilakukan di Huntara Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah dengan<br \/>\nkedalaman 32 meter, serta di Dusun Sejahtera, Kecamatan Pintu Rime Gayo yang<br \/>\nmencapai kedalaman 22 meter. <\/p>\n<p>Guna memastikan<br \/>\ntitik air yang akurat, tim di lapangan juga sedang melakukan survei dan kajian<br \/>\ngeolistrik di sejumlah desa lainnya, yakni Desa Teritit dan Blang Paku di<br \/>\nKecamatan Wih Pesam, Desa Bintang Bener di Kecamatan Bener Kelipah, Desa<br \/>\nPemangko dan Jelobok di Kecamatan Permata, serta Desa Bukit Wih Ilang dan Paya<br \/>\nRungkel di Kecamatan Bandar.<\/p>\n<p>Program kerja<br \/>\nini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam<br \/>\nmenjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/5628404d-9b41-4337-9b93-8b1eff3ce8d0\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh, 14 Januari 2026 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam guna menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38797,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}