{"id":38928,"date":"2026-01-17T14:02:19","date_gmt":"2026-01-17T05:02:19","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38928"},"modified":"2026-01-17T14:02:19","modified_gmt":"2026-01-17T05:02:19","slug":"kementerian-pu-pulihkan-konektivitas-aceh-sejumlah-jembatan-terdampak-banjir-kembali-fungsional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38928","title":{"rendered":"Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Aceh, Sejumlah Jembatan Terdampak Banjir Kembali Fungsional"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 17 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah memulihkan akses pada tujuh jembatan putus di ruas vital Batas Bireuen\/Bener Meriah \u2013 Batas Bener Meriah\/Aceh Tengah \u2013 Kota Takengon.<\/p>\n<p>Hingga saat<br \/>\nini, lima dari tujuh jembatan tersebut telah kembali fungsional, yakni Jembatan<br \/>\nAlue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara<br \/>\nitu, dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur<br \/>\nUjung, sedang dalam proses penanganan darurat menggunakan Jembatan Bailey.<\/p>\n<p>Menteri PU,<br \/>\nDody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan dan jembatan<br \/>\nmerupakan prioritas utama pemerintah dalam situasi tanggap darurat guna<br \/>\nmenjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga.<\/p>\n<p>\u201cKonektivitas<br \/>\nadalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting<br \/>\nadalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan<br \/>\nkemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<h3>Progres<br \/>\nPenanganan Lintas Tengah (Bireuen \u2013 Takengon)<\/h3>\n<p>Di jalur lintas<br \/>\ntengah ini, akses Batas Bireuen \u2013 Takengon sudah tembus secara fungsional<br \/>\nmelalui jalan alternatif. Khusus untuk Jembatan Jamur Ujung, pemasangan<br \/>\nJembatan Bailey saat ini memasuki tahap pengujian beban (<i>loading test<\/i>)<br \/>\nsebelum dibuka sepenuhnya untuk umum.<\/p>\n<p>Selain itu,<br \/>\nRuas Jalan Kota Bireuen \u2013 Batas Bireuen\/Bener Meriah juga telah terhubung<br \/>\nkembali sejak 18 Desember 2025. Hal ini tercapai setelah pemasangan Jembatan<br \/>\nBailey di Teupin Mane dan penanganan sementara pada titik longsoran selesai<br \/>\ndilakukan.<\/p>\n<p>Penanganan<br \/>\nintensif juga dilakukan pada Ruas Geumpang \u2013 Pameue \u2013 Genting Gerbang \u2013 Simpang<br \/>\nUning. Segmen Geumpang hingga Genting Gerbang kini sudah dapat dilalui<br \/>\nkendaraan.<\/p>\n<p>Untuk segmen<br \/>\nGenting Gerbang \u2013 Simpang Uning, lalu lintas dialihkan sementara ke jalur<br \/>\nalternatif via Angkup untuk menghindari Jembatan Titi Merah dan Jembatan Krueng<br \/>\nPelang yang rusak berat. Pemasangan Jembatan Bailey di Krueng Pelang terus<br \/>\ndikebut dan ditargetkan fungsional pada 16 Januari 2026.<\/p>\n<p>Di lokasi lain,<br \/>\nKementerian PU mencatat sejumlah pemulihan akses signifikan:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0<b>Ruas Meureudu \u2013 Batas Pidie Jaya\/Bireuen:<\/b>\u00a0Akses fungsional total untuk semua kendaraan sejak 12 Desember<br \/>\n2025 setelah penimbunan oprit jembatan rampung.<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0<b>Ruas Kota Bireuen \u2013 Batas Aceh Utara:<\/b>\u00a0Konektivitas pulih menggunakan Jembatan Bailey Krueng Tingkem<br \/>\n(kapasitas 30 ton) sejak 27 Desember 2025, serta jalur alternatif Jembatan<br \/>\nBailey Awe Geutah yang fungsional sejak 19 Desember 2025.<\/p>\n<h3>Konektivitas<br \/>\nWilayah Gayo dan Aceh Tenggara<\/h3>\n<p>Kementerian PU<br \/>\njuga memastikan konektivitas di wilayah pegunungan Gayo hingga ke selatan Aceh<br \/>\nterus terjaga. Pada Ruas Batas Aceh Tengah\/Nagan Raya \u2013 Lhok Seumot \u2013 Jeuram,<br \/>\nkendaraan roda dua dan empat sudah dapat melintas via Jembatan Bailey Krueng<br \/>\nBeutong sejak 9 Januari 2026.<\/p>\n<p>Jalur<br \/>\npenghubung Batas Gayo Lues\/Aceh Tenggara \u2013 Kota Kutacane pun telah terhubung<br \/>\nkembali. Hal ini menyusul penanganan sembilan titik longsor dan pemasangan<br \/>\nJembatan Bailey di Lawe Mengkudu I serta Lawe Penanggalan yang fungsional sejak<br \/>\n29 Desember 2025.<\/p>\n<p>Meskipun sempat<br \/>\nterjadi longsor susulan pada 3 Januari 2026 di ruas Blangkejeren \u2013 Batas Gayo<br \/>\nLues, tim di lapangan berhasil menangani hambatan tersebut sehingga jalur<br \/>\nkembali terbuka pada 9 Januari 2026. Kini, ruas Genting Gerbang \u2013 Celala hingga<br \/>\nke perbatasan Aceh Tenggara telah kembali fungsional.<\/p>\n<p>Kementerian PU<br \/>\nberkomitmen untuk terus memperkuat penanganan di lapangan, baik melalui<br \/>\npenyediaan jembatan darurat maupun persiapan konstruksi permanen, agar<br \/>\npemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dapat berjalan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/bca0191f-1f78-4fec-89a7-a4bee74dc3b9\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 17 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah memulihkan akses pada tujuh jembatan putus di ruas vital Batas Bireuen\/Bener Meriah \u2013 Batas Bener Meriah\/Aceh Tengah \u2013 Kota Takengon. Hingga saat ini, lima dari tujuh jembatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38929,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}