{"id":38958,"date":"2026-01-18T17:02:17","date_gmt":"2026-01-18T08:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38958"},"modified":"2026-01-18T17:02:17","modified_gmt":"2026-01-18T08:02:17","slug":"kementerian-pu-bangun-66-sumur-bor-untuk-pastikan-pasokan-air-bersih-berkualitas-bagi-korban-bencana-di-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=38958","title":{"rendered":"Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor untuk Pastikan Pasokan Air Bersih Berkualitas bagi Korban Bencana di Sumatera"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 18 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pascabencana dengan memprioritaskan penyediaan air baku di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 66 titik sumur bor tengah dibangun untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih berkualitas yang memenuhi standar kesehatan.<\/p>\n<p>Pembangunan ini<br \/>\ndifokuskan pada area vital seperti fasilitas umum, fasilitas kesehatan,<br \/>\nperkantoran, sekolah, hingga kawasan hunian yang terdampak kerusakan<br \/>\ninfrastruktur air akibat bencana.<\/p>\n<p>Menteri<br \/>\nPekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana<br \/>\ntidak semata-mata berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur yang rusak. Lebih<br \/>\ndari itu, pemerintah menaruh perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan dasar<br \/>\nmasyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n<p>\u201cAda 66 titik<br \/>\nlokasi pembuatan sumur bor air baku yang tersebar di 3 provinsi terdampak<br \/>\nsebagai\u00a0<i>support<\/i>\u00a0penyediaan air minum yang bersih<br \/>\nmelalui SPAM kita,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Berdasarkan<br \/>\ndata Kementerian PU per 15 Januari 2026, progres pembangunan sumur bor<br \/>\nmenunjukkan perkembangan positif. Dari total 66 lokasi, sebanyak 8 lokasi telah<br \/>\nselesai dikerjakan dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, 57<br \/>\nlokasi lainnya masih dalam tahap proses pengeboran yang terus dikebut<br \/>\npengerjaannya. Lokasi pembangunannya tersebar di titik-titik simpul pelayanan<br \/>\npublik, meliputi masjid, pasar, puskesmas, rumah sakit, perkantoran pemerintah,<br \/>\nsekolah, serta area permukiman warga.<\/p>\n<p>Kementerian PU<br \/>\nmenerapkan standar teknis tinggi dalam pembangunan infrastruktur ini untuk<br \/>\nmenjamin keberlanjutan sumber air. Sumur bor yang dibangun merupakan jenis<br \/>\nsumur dalam (<i>deep well<\/i>) dengan kedalaman rata-rata sekitar 100 meter dan<br \/>\ndiameter pipa lebih dari 4 inci.<\/p>\n<p>Sumur ini<br \/>\ndirancang untuk mengambil air tanah dari lapisan akuifer terkekang maupun<br \/>\nsemi-terkekang menggunakan metode pemboran teknis. Proses konstruksi juga<br \/>\ndilengkapi dengan uji\u00a0<i>logging<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>pumping<br \/>\ntest<\/i>\u00a0untuk memastikan debit<br \/>\nair yang dihasilkan stabil di angka lebih dari 2 liter per detik.<\/p>\n<p>Guna mendukung<br \/>\ndistribusi air yang optimal, setiap unit sumur bor dilengkapi dengan fasilitas<br \/>\npendukung yang mumpuni, yaitu pompa\u00a0<i>submersible<\/i>,<br \/>\nrumah tenaga listrik, reservoir atau toren penampung berkapasitas lebih dari<br \/>\n1.000 liter, dan hidran umum untuk akses warga.<\/p>\n<p>Penentuan titik<br \/>\nkedalaman sumur tidak dilakukan berdasarkan survei geolistrik yang komprehensif<br \/>\nguna memastikan mutu sumber air. Hasilnya, standar kualitas air dari sumur bor<br \/>\nini terbukti memenuhi parameter keamanan utama, yakni pH sekitar 7,1, kadar besi<br \/>\ndi bawah 1 mg\/l, serta tingkat kekeruhan di bawah 1.000 mg\/l. Dengan kualitas<br \/>\ntersebut, air baku ini aman digunakan untuk kebutuhan dasar masyarakat dan<br \/>\noperasional fasilitas pelayanan publik.<\/p>\n<p>Kementerian PU<br \/>\nmemastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap namun terintegrasi<br \/>\ndengan penanganan infrastruktur lainnya di wilayah terdampak. Koordinasi<br \/>\nintensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan demi<br \/>\nmempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu.<\/p>\n<p>Melalui<br \/>\npembangunan 66 sumur bor air baku ini, Kementerian PU berkomitmen penuh<br \/>\nmendukung pemulihan kehidupan masyarakat, sekaligus meningkatkan ketahanan<br \/>\nlayanan air bersih sebagai bagian vital dari upaya rehabilitasi dan<br \/>\nrekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/55c23ba9-62bc-420c-9f4b-a3899f68f959\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 18 Januari 2026 \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pascabencana dengan memprioritaskan penyediaan air baku di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 66 titik sumur bor tengah dibangun untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih berkualitas yang memenuhi standar kesehatan. Pembangunan ini difokuskan pada area [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38959,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}