{"id":40029,"date":"2026-02-08T17:02:17","date_gmt":"2026-02-08T08:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40029"},"modified":"2026-02-08T17:02:17","modified_gmt":"2026-02-08T08:02:17","slug":"ief-2026-inovasi-teknologi-untuk-integrasi-jaringan-digital-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40029","title":{"rendered":"IEF 2026: Inovasi Teknologi untuk Integrasi Jaringan Digital Nasional"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA<\/b> \u2014 Sesi penutup hari pertama menghadirkan IEF Talks Panel 3 bertema \u201cInnovate to Integrate: New Tech for a New Network\u201d di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta. Diskusi menekankan keseimbangan antara teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia.<\/p>\n<h3>Pemerintah pilih \u2018sequence over speed\u2019<\/h3>\n<p>Keynote pertama disampaikan oleh Dr. Sonny Sudaryana (Kementerian Komunikasi dan Digital). \u201cIndonesia tidak mengejar pertumbuhan cepat dengan segala risiko. Kami memilih pertumbuhan yang terstruktur dan berkelanjutan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kerangka 6C: Connectivity, Capital, Competency, Commerce, Compliance, dan Catalyst. \u201cDigitalisasi harus menciptakan nilai, bukan sekadar mempercepat transaksi,\u201d ujar Sonny.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya UMKM. \u201cJika kita ingin pertumbuhan 8 persen, kita harus mendigitalkan tulang punggung ekonomi, yaitu UMKM,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Manusia sebagai kunci transformasi digital<\/h3>\n<p>Keynote kedua dibawakan oleh Dr. Rani Burchmore (ASEAN Youth for Digital Action). \u201cInfrastruktur penting, tetapi manusia adalah penentu keberhasilan transformasi digital,\u201d tegas Rani.<\/p>\n<p>Ia memaparkan peran ION Academy. \u201cKami tidak hanya melatih, tetapi mengaktifkan ekonomi melalui keterampilan digital,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cTujuan kami bukan sekadar sertifikat, tetapi pekerjaan nyata dan peningkatan produktivitas UMKM,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Open network melawan monopoli platform<\/h3>\n<p>Panel dipandu oleh Nalin Singh (Orbit Future Academy) dengan panelis Balaje Rajaraman (NammaYatri), Sanjeev Gupta (Remiges), dan Ravish Sahay (SequelString). Balaje Rajaraman berbagi pengalaman India. \u201cMelalui model open network, pengemudi kami bisa mendapat pendapatan lebih tinggi karena tidak dibebani komisi besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cIni membuktikan bahwa teknologi bisa berpihak pada pekerja, bukan hanya platform,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sanjeev Gupta menekankan aspek teknis ONDC. \u201cOpen network dirancang agar tak terlihat oleh pengguna akhir, tetapi bekerja sebagai infrastruktur dasar di balik layar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cIni seperti jalan tol digital bagi perdagangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ravish Sahay menyoroti skalabilitas solusi berbasis open network. \u201cKami membangun aplikasi yang bisa dipakai lintas kota dan sektor, dari transportasi hingga pembayaran,\u201d ujar Ravish.<\/p>\n<p>\u201cModel ini memberi fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Penutup panel<\/h3>\n<p>Diskusi menegaskan bahwa keberhasilan ION akan bergantung pada inovasi berkelanjutan, talenta digital yang kuat, serta kolaborasi pemerintah dan swasta.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/b40e73fc-2671-4605-841a-21850aedd5fd\/44d98656-50e2-4eb7-b0e6-b9bd6e738664\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Sesi penutup hari pertama menghadirkan IEF Talks Panel 3 bertema \u201cInnovate to Integrate: New Tech for a New Network\u201d di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta. Diskusi menekankan keseimbangan antara teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia. Pemerintah pilih \u2018sequence over speed\u2019 Keynote pertama disampaikan oleh Dr. Sonny Sudaryana (Kementerian Komunikasi dan Digital). \u201cIndonesia tidak mengejar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40030,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40029"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40029\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}