{"id":40265,"date":"2026-02-12T16:02:14","date_gmt":"2026-02-12T07:02:14","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40265"},"modified":"2026-02-12T16:02:14","modified_gmt":"2026-02-12T07:02:14","slug":"momentum-imlek-2026-okupansi-ka-rajabasa-dan-kualastabas-melonjak-signifikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40265","title":{"rendered":"Momentum Imlek 2026, Okupansi KA Rajabasa dan Kualastabas Melonjak Signifikan"},"content":{"rendered":"<p>Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang<br \/>\nberlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero)<br \/>\nDivisi Regional IV Tanjungkarang mencatat peningkatan signifikan jumlah<br \/>\npelanggan. Tingginya mobilitas masyarakat pada momen tersebut tercermin dari<br \/>\npenjualan tiket KA Rajabasa dan KA Kualastabas yang melampaui kapasitas tempat<br \/>\nduduk yang disediakan.<\/p>\n<p>Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki<br \/>\nAssjari, menjelaskan bahwa selama periode 14\u201317 Februari 2026 KAI menyediakan<br \/>\n11.904 tempat duduk untuk KA Rajabasa relasi Tanjungkarang\u2013Kertapati dan KA<br \/>\nKualastabas relasi Tanjungkarang\u2013Baturaja. Hingga 12 Februari 2026, jumlah<br \/>\ntiket yang telah terjual tercatat sebanyak 16.138 tiket dan angka tersebut<br \/>\nmasih berpotensi terus bertambah seiring dengan penjualan yang masih<br \/>\nberlangsung.<\/p>\n<p>Zaki menambahkan bahwa perbedaan antara jumlah tempat duduk<br \/>\ntersedia dan tiket terjual terjadi karena adanya pola naik dan turun penumpang<br \/>\ndi berbagai stasiun sepanjang lintas perjalanan. Dalam satu perjalanan kereta<br \/>\napi, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dengan relasi<br \/>\nberbeda, sehingga total tiket terjual dapat melampaui kapasitas tempat duduk<br \/>\nyang disediakan untuk satu kali perjalanan penuh.<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan penjualan tiket pada libur panjang Imlek ini<br \/>\nmenunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap layanan kereta api.<br \/>\nFaktor keselamatan, kenyamanan, tarif yang kompetitif, serta ketepatan waktu<br \/>\nmenjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi,\u201d<br \/>\nujar Zaki.<\/p>\n<p>Menghadapi lonjakan volume penumpang, KAI Divre IV<br \/>\nTanjungkarang telah melakukan berbagai langkah antisipatif, antara lain<br \/>\noptimalisasi operasional perjalanan, memastikan kesiapan sarana dan prasarana,<br \/>\nserta meningkatkan kesiapsiagaan petugas di stasiun maupun di atas kereta.<\/p>\n<p>KAI juga terus menempatkan aspek keselamatan dan keamanan<br \/>\nsebagai prioritas utama melalui pengawasan operasional yang lebih intensif,<br \/>\nperawatan berkala terhadap sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan para<br \/>\npemangku kepentingan guna menjamin perjalanan yang aman dan tertib selama<br \/>\nperiode libur panjang.<\/p>\n<p>KAI mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih<br \/>\nawal dan memanfaatkan layanan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI,<br \/>\nsitus resmi kai.id, maupun kanal resmi lainnya yang bekerja sama dengan KAI,<br \/>\nmengingat tren peningkatan perjalanan pada setiap momentum libur panjang.<\/p>\n<p>Melalui komitmen tersebut, KAI Divre IV Tanjungkarang<br \/>\nberupaya untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman,<br \/>\nserta mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/e41dc381-e5fa-4114-8d5a-339cb0e32d72\/ebfcd062-6c88-4694-b2f4-73becdff2db3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggan. Tingginya mobilitas masyarakat pada momen tersebut tercermin dari penjualan tiket KA Rajabasa dan KA Kualastabas yang melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan. Manajer Humas KAI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40266,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40265"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40265\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}