{"id":40295,"date":"2026-02-13T01:02:09","date_gmt":"2026-02-12T16:02:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40295"},"modified":"2026-02-13T01:02:09","modified_gmt":"2026-02-12T16:02:09","slug":"munas-iisia-2026-bahas-strategi-industri-baja-nasional-di-tengah-tantangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=40295","title":{"rendered":"MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 12 Februari 2026 \u2013 Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cPeluang Strategis Industri Baja<br \/>\nIndonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional\u201d, MUNAS<br \/>\nIISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan<br \/>\nglobal, serta langkah konkret dalam memperkuat ekosistem industri baja<br \/>\nnasional.<\/p>\n<p>Agenda dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan<br \/>\npembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari Chairman IISIA Dr. Akbar<br \/>\nDjohan \u00a0yang juga Direktur Utama PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero) Tbk serta serta<b> <\/b>Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya<br \/>\nNovyan Bakrie, yang diwakili Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin.<\/p>\n<p><b>Menghadapi<br \/>\nBadai Global dengan Kemandirian<\/b><\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Dr. Akbar Djohan menekankan bahwa<br \/>\nindustri saat ini tengah menghadapi tekanan besar. \u201cKita berada di tengah badai<br \/>\nglobal. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan<br \/>\ntekanan produk impor terus mengancam pasar domestik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki potensi<br \/>\nyang luar biasa. Proyek infrastruktur yang terus berjalan, hilirisasi yang<br \/>\nsemakin masif, serta pertumbuhan sektor manufaktur menjadi peluang emas yang<br \/>\nharus dimanfaatkan. Tanpa fondasi yang kuat, peningkatan permintaan baja hanya<br \/>\nakan menjadi pintu masuk bagi produk luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cHari ini kita berjanji: Baja nasional harus berdaulat!<br \/>\nKita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri<br \/>\nsendiri,\u201d tegas Akbar.<\/p>\n<p>Dukungan Pemerintah dan Kebijakan Strategis<\/p>\n<p>Forum ini juga menghadirkan pidato kunci dari sejumlah<br \/>\ntokoh penting, di antaranya Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang<br \/>\ndiwakili Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Menteri Energi dan Sumber Daya<br \/>\nMineral RI yang diwakili Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Jisman P<br \/>\nHutajulu, Menteri Perindustrian RI yang diwakili Direktur Jenderal ILMATE Setia<br \/>\nDarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta<br \/>\nDewan Pengawas IISIA Silmy Karim.<\/p>\n<p>Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri besi<br \/>\ndan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional. \u201cPemerintah terus<br \/>\nmendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan<br \/>\ndaya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang<br \/>\nberkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sesi pidato kunci kedua menghadirkan jajaran wakil menteri dan perwakilan<br \/>\npemerintah yang membahas kebijakan serta arah penguatan industri baja nasional,<br \/>\nyaitu: <b>Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri,<\/b> <b>Wakil<br \/>\nMenteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, <\/b>serta perwakilan pelaku industri baja<br \/>\nnasional.<\/p>\n<p>Diskusi difokuskan pada isu-isu strategis seperti<br \/>\npengendalian impor dan trade remedies, kebijakan P3DN dan standardisasi, energi<br \/>\ndan bahan baku, roadmap industri baja nasional, hilirisasi, serta keberlanjutan<br \/>\nlingkungan.<\/p>\n<p><b>Penguatan Standardisasi SNI untuk Keamanan dan Keselamatan<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p>Salah satu poin penting yang dibahas dalam MUNAS<br \/>\nadalah penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh<br \/>\nproduk baja, termasuk baja impor.<\/p>\n<p>IISIA menekankan bahwa semua baja yang beredar di<br \/>\nIndonesia, baik produksi local maupun impor, wajib memenuhi SNI sebagai jaminan<br \/>\nkeamanan, keselamatan, dan kualitas produk. Hal ini krusial untuk melindungi konsumen, memastikan keandalan konstruksi<br \/>\ninfrastruktur, serta menciptakan persaingan yang adil dan sehat di pasar domestik.<\/p>\n<p>\u201cStandardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga<br \/>\ntentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak<br \/>\nmemenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia. Oleh<br \/>\nkarena itu, pengawasan ketat terhadap kepatuhan SNI, khususnya untuk produk<br \/>\nimpor, harus menjadi prioritas,\u201d ungkap salah satu perwakilan IISIA.<\/p>\n<p>IISIA mendorong pemerintah untuk memperkuat<br \/>\npengawasan di perbatasan (border control) dan pascaperbatasan (post-border monitoring) guna memastikan<br \/>\ntidak ada produk baja yang tidak memenuhi standar beredar di pasaran.<\/p>\n<p><b>Konsolidasi<br \/>\nOrganisasi dan Penguatan Struktur Kepemimpinan<\/b><\/p>\n<p>Selain sebagai forum pembahasan kebijakan strategis,<br \/>\nMUNAS IISIA 2026 juga menjadi momentum penting secara organisasi melalui<br \/>\npelaksanaan Rapat Pleno Anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan<br \/>\nlaporan pertanggungjawaban beserta laporan dari masing-masing komite yang<br \/>\nmencakup isu pengendalian impor dan trade remedies, energi dan bahan baku,<br \/>\nperkembangan organisasi, hingga pembahasan perubahan anggaran dasar.<\/p>\n<p>Agenda ini juga menetapkan pengangkatan Executive Committee<br \/>\nperiode 2026\u20132030, serta pemilihan dan pengangkatan Chairman, Vice Chairman, dan<br \/>\npara Ketua Kluster untuk masa bakti yang sama.<\/p>\n<p>Melalui MUNAS 2026, IISIA menegaskan kembali<br \/>\nkomitmennya untuk memperkuat posisi industri baja sebagai tulang punggung<br \/>\npembangunan nasional. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas,<br \/>\ndan dinamika perdagangan global, industri baja Indonesia dituntut bukan hanya<br \/>\nuntuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas.<\/p>\n<p>Karena dalam ekosistem industri modern, kedaulatan<br \/>\nbukan sekadar slogan\u2014ia harus dibangun melalui strategi, kolaborasi, dan<br \/>\nkeberanian dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil Rapat Pleno Anggota dan ketetapan<br \/>\nMUNAS 2026, berikut adalah susunan pengurus untuk periode 2026\u20132030:<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Chairman : Dr Akbar Djohan<\/p>\n<p>Vice Chairman I : Ismail Mandry<\/p>\n<p>Vice Chairman II : Tony Taniwan<\/p>\n<p>Vice Chairman III : Stephanus Koeswandi<\/p>\n<p>Dan Beberapa Ketua Klaster. <\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Visi IISIA:<br \/>\nIntervensi Negara sebagai Penentu Utama<\/b><\/p>\n<p>Sebagai penutup, IISIA menegaskan bahwa masa depan baja<br \/>\nnasional tidak boleh hanya bergantung pada mekanisme pasar. Diperlukan kehadiran<br \/>\nnegara melalui kebijakan yang tegas.<\/p>\n<p>\u201cMasa depan baja nasional ditentukan oleh keberanian<br \/>\nnegara dalam mengambil pilihan kebijakan. Kita membutuhkan pengelolaan impor<br \/>\nyang ketat, pengendalian investasi pada sektor yang sudah jenuh, penegakan<br \/>\nstandardisasi SNI yang konsisten, serta perlindungan kapasitas strategis di<br \/>\ntengah dinamika perdagangan global,\u201d pungkas Dr. Akbar Djohan.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/7ecfe729-60f9-44cd-a6c7-d538a327dcf3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 12 Februari 2026 \u2013 Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Mengusung tema \u201cPeluang Strategis Industri Baja Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional\u201d, MUNAS IISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40296,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40295"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40295\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}