{"id":43848,"date":"2026-04-30T12:02:23","date_gmt":"2026-04-30T03:02:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=43848"},"modified":"2026-04-30T12:02:23","modified_gmt":"2026-04-30T03:02:23","slug":"perkuat-kedaulatan-industri-baja-nasional-presiden-ri-resmikan-groundbreaking-hilirisasi-nasional-fase-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=43848","title":{"rendered":"Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2"},"content":{"rendered":"<p>Cilegon (30\/4) \u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang dipusatkan di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Proyek ini merupakan satu dari sembilan proyek strategis nasional yang diluncurkan serentak untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri.<\/p>\n<p>PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel<br \/>\nGroup (KRAS) hadir sebagai pilar utama dalam agenda ini melalui dua proyek<br \/>\ninvestasi yang berlokasi di Cilegon untuk carbon steel dan Morowali untuk<br \/>\nstainless steel bersama mitra strategis. Proyek pertama adalah pembangunan<br \/>\nfasilitas produksi slab baja karbon berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan<br \/>\ninvestasi sebesar USD 200 juta. Proyek kedua, di bawah koordinasi Danantara,<br \/>\nadalah fasilitas produksi slab stainless steel berkapasitas 1,2 juta ton per<br \/>\ntahun dengan investasi USD 320 juta.<\/p>\n<p><b>Benteng Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Inisiatif hilirisasi ini merupakan langkah<br \/>\ntaktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global, termasuk potensi<br \/>\neskalasi konflik di Timur Tengah yang berisiko mengganggu jalur logistik<br \/>\nstrategis seperti Selat Hormuz. Gangguan pada jalur tersebut berpotensi menekan<br \/>\npasokan bahan baku industri seperti bijih besi (iron ore) dan memicu lonjakan<br \/>\nbiaya produksi global.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Presiden RI menekankan bahwa<br \/>\nbangsa Indonesia perlu keberanian dan kemampuan untuk mengelola kekayaan alam<br \/>\nuntuk dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cHilirisasi adalah jalan utama menuju kemakmuran<br \/>\nrakyat. Juga inovasi teknologi, efisiensi, serta kolaborasi lintas sektor demi<br \/>\nkemajuan ekonomi dan kesejahteraan nasional,\u201d tegas Presiden RI, Prabowo<br \/>\nSubianto.<\/p>\n<p><b>Adopsi Teknologi Terkini dan Optimalisasi Sumber Daya Lokal<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Kedua proyek ini mengintegrasikan teknologi manufaktur<br \/>\nterbaru yang lebih efisien dan hemat energi. Kolaborasi dengan mitra strategis<br \/>\nmemungkinkan Krakatau Steel mengadopsi proses produksi yang sangat efisien<br \/>\nuntuk meningkatkan kapasitas nasional.<\/p>\n<p>Selain peningkatan kapasitas, fokus utama proyek<br \/>\nini adalah pemanfaatan bijih besi lokal sebagai campuran bahan baku utama.<br \/>\nLangkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga<br \/>\nmengoptimalkan utilisasi produksi baja domestik dan memperkuat rantai pasok<br \/>\nnasional agar lebih mandiri dan resilien.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,<br \/>\nDr. Akbar Djohan, menyatakan, \u201cKolaborasi bersama mitra strategis ini melalui<br \/>\npenguatan teknologi mutakhir dan optimalisasi sumber daya lokal akan memperkuat<br \/>\nketahanan industri baja nasional. Pemanfaatan bahan baku domestik adalah kunci<br \/>\nutama membangun industri yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan,\u201d ujar Dr.<br \/>\nAkbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron &amp; Steel<br \/>\nIndustry Association (IISIA).<\/p>\n<p>Sejalan dengan itu, Managing Director<br \/>\nNon-Financial Holding Operasional di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata<br \/>\nNusantara (Danantara), Febriany Eddy, menambahkan bahwa sinergi ini akan<br \/>\nmemberikan nilai tambah tinggi bagi ekosistem industri hulu hingga hilir,<br \/>\nsekaligus menciptakan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja.<\/p>\n<p><b>Penciptaan Nilai Tambah Strategis<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Optimalisasi proyek dilakukan di lahan Kawasan<br \/>\nIndustri Krakatau Steel, Cilegon, yang telah terintegrasi dengan ekosistem<br \/>\nindustri lengkap, termasuk pelabuhan internasional, pembangkit listrik,<br \/>\nindustri pengolahan air, dan konektivitas jalur kereta api. Integrasi ini<br \/>\nmemastikan efisiensi logistik yang terpadu.<\/p>\n<p>Secara strategis, proyek ini diarahkan untuk<br \/>\nmengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan<br \/>\npasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel, termasuk pemanfaatan<br \/>\nkembali fasilitas idle agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau<br \/>\nSteel terus bertransformasi membangun ekosistem industri baja yang terintegrasi<br \/>\ndari hulu ke hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok<br \/>\nglobal untuk masa depan hijau yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/3743386b-99f7-4ecd-a29b-1bd216427c99\/aaf621a3-4b21-48e7-861f-f840b061d7ee\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cilegon (30\/4) \u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang dipusatkan di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Proyek ini merupakan satu dari sembilan proyek strategis nasional yang diluncurkan serentak untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri. PT Krakatau Steel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43848\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}