{"id":47253,"date":"2026-07-08T20:02:46","date_gmt":"2026-07-08T11:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47253"},"modified":"2026-07-08T20:02:46","modified_gmt":"2026-07-08T11:02:46","slug":"gayamharjo-naik-kelas-bri-life-dan-bri-research-institute-dorong-inovasi-singkong-jadi-pie-susu-dari-tepung-mocaf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47253","title":{"rendered":"Gayamharjo Naik Kelas! BRI Life dan BRI Research Institute Dorong Inovasi Singkong Jadi Pie Susu dari Tepung Mocaf"},"content":{"rendered":"<p>SLEMAN, 05 Juli \u00a02026 \u2013 BRI Life kembali berkolaborasi BRI<br \/>\nResearch Institute (BRIRINS) untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di<br \/>\nKalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Melalui Program CSR Pemberdayaan<br \/>\nUMKM Tahap II, kedua lembaga berkomitmen memperkuat daya saing produk lokal<br \/>\ndengan meingkatkan nilai tambah singkong yang awalnya bernilai jual rendah menjadi<br \/>\nkomoditas premium lewat kelompok UMKM Monalisa. Program ini menjadi wujud sinergi antara dunia usaha dan<br \/>\nlembaga riset dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus<br \/>\nmendukung hilirisasi pangan lokal secara berkelanjutan.<b><\/b><\/p>\n<p>Program pemberdayaan<br \/>\nini membawa segudang manfaat nyata yang dampaknya langsung dirasakan oleh<br \/>\nmasyarakat dan anggota kelompok di Gayamharjo. Salah satu lompatan besar dalam<br \/>\nprogram ini adalah lahirnya inovasi produk baru bernama Pie Susu Kambing Mocaf.<br \/>\nProduk unik ini mengawinkan tepung mocaf hasil olahan singkong dengan susu<br \/>\nkambing lokal, menghasilkan camilan siap konsumsi yang punya nilai estetika dan<br \/>\nharga jual jauh lebih tinggi di pasaran. Selain inovasi menu, warga juga<br \/>\nmerasakan langsung modernisasi fasilitas kerja melalui bantuan alat-alat<br \/>\nproduksi modern, mulai dari oven bertingkat, meja stainless higienis, hingga<br \/>\nperangkat digital untuk pencatatan penjualan. Tak hanya urusan dapur produksi,<br \/>\naspek kesejahteraan warga juga dipikirkan matang-matang di mana sebanyak 30<br \/>\nanggota UMKM Monalisa kini bisa bekerja dengan tenang karena mendapatkan<br \/>\nproteksi gratis berupa Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal<br \/>\nDunia (AMKKM) dari BRI Life, yang<br \/>\ndilengkapi dengan pelatihan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya<br \/>\nmeningkatkan kesejahteraan dan ketahanan finansial masyarakat. <b><\/b><\/p>\n<p>Di balik layar<br \/>\ntransformasi ini, BRI Life<br \/>\nbersinergi dengan BRI Research<br \/>\nInstitute \u00a0melaksanakan program \u00a0CSR tersebut dari hulu ke hilir, mulai dari pendampingan yang<br \/>\nkomprehensif (analisis kelayakan bisnis, tata kelola administrasi yang rapi) hingga<br \/>\nstrategi pemasaran berbasis kemitraan agar produk warga bisa menembus pasar<br \/>\nyang lebih luas. Guna memastikan kualitas bahan baku singkong tetap terjaga<br \/>\nsejak dari masa tanam.\u00a0 Kerjasama juga dilakukan dengan menggandeng para pakar pertanian dari Universitas Gadjah<br \/>\nMada (UGM) untuk memberikan edukasi langsung mengenai pengendalian hama dan<br \/>\npenyakit tanaman. Melalui keterlibatan aktif ini, program CSR tersebut memastikan<br \/>\nbahwa UMKM Monalisa tidak berjalan di tempat, melainkan sukses bermutasi dari<br \/>\nsekadar penyedia bahan baku mentah menjadi pelaku industri pangan yang mandiri,<br \/>\nprofesional, dan siap bersaing di pasar modern.<\/p>\n<p>Dampak positif dan<br \/>\nperubahan peta ekonomi ini diakui langsung oleh Mantik Bimo Nugroho, selaku<br \/>\nKoordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa. Mantik mengungkapkan<br \/>\nbahwa program ini telah mengubah total cara kerja kelompoknya, di mana<br \/>\nfasilitas rumah produksi yang telah dibangun kini benar-benar hidup menjadi<br \/>\npusat aktivitas, tempat belajar, dan ruang berinovasi bagi para anggota. Ia<br \/>\njuga menyampaikan bahwa melalui pendampingan dari BRI Life dan BRI Research<br \/>\nInstitute, para anggota UMKM semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital<br \/>\ndalam pencatatan usaha serta semakin percaya diri memasarkan produk olahan<br \/>\nmocaf ke berbagai daerah karena kualitas produknya telah memenuhi standar yang<br \/>\nlebih baik.<b><\/b><\/p>\n<p>Apresiasi tinggi dan<br \/>\ndukungan penuh terhadap keberhasilan program ini juga mengalir dari pemerintah<br \/>\ndaerah setempat. Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten<br \/>\nSleman, Aris Herbandang, menyatakan bahwa konsistensi yang ditunjukkan oleh BRI<br \/>\nLife dan BRI Research Institute dalam mengawal pelaku usaha mikro ini patut<br \/>\nmenjadi contoh. Menurut Aris, langkah hilirisasi produk berbasis potensi lokal<br \/>\nini sangat sejalan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam<br \/>\nmempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan kelas UMKM, serta memperluas akses<br \/>\npasar sehingga manfaat ekonominya bisa berputar dan dirasakan langsung oleh<br \/>\nmasyarakat desa dalam jangka panjang.<b><\/b><\/p>\n<p>Melalui keberlanjutan program jangka<br \/>\npanjang ini, Kalurahan Gayamharjo diharapkan semakin berkembang sebagai salah<br \/>\nsatu contoh pengembangan hilirisasi pangan lokal berbasis pemberdayaan<br \/>\nmasyarakat yang mampu menciptakan produk bernilai tambah, meningkatkan<br \/>\nkesejahteraan warga, serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/6b1e76d2-50b6-439b-a212-4d79b5f2c54c\/70a4d3dd-287b-4f06-b859-2bfa8cd5ac81\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SLEMAN, 05 Juli \u00a02026 \u2013 BRI Life kembali berkolaborasi BRI Research Institute (BRIRINS) untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Melalui Program CSR Pemberdayaan UMKM Tahap II, kedua lembaga berkomitmen memperkuat daya saing produk lokal dengan meingkatkan nilai tambah singkong yang awalnya bernilai jual rendah menjadi komoditas premium lewat kelompok UMKM [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-47253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47253"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47253\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}