{"id":47269,"date":"2026-07-08T22:02:10","date_gmt":"2026-07-08T13:02:10","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47269"},"modified":"2026-07-08T22:02:10","modified_gmt":"2026-07-08T13:02:10","slug":"bpom-di-surabaya-percepat-izin-edar-produk-nasional-lewat-one-stop-services","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47269","title":{"rendered":"BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services"},"content":{"rendered":"<p><b>Surabaya, 08 Juli 2026<\/b> \u2013 Badan Pengawas Obat dan<br \/>\nMakanan (BPOM) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat lahirnya<br \/>\nproduk-produk unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan <i>One Stop Services<\/i><br \/>\nRegistrasi Obat Bahan Alam (OBA), Obat Kuasi (OK), Suplemen Kesehatan (SK), dan<br \/>\nKosmetik yang digelar pada 8\u20139 Juli 2026 di BPOM di Surabaya. Kegiatan yang<br \/>\ndiinisiasi oleh Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan<br \/>\nKosmetik (OTSKK) bersama Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen<br \/>\nKesehatan, dan Kosmetik BPOM ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat<br \/>\npenerbitan Nomor Izin Edar (NIE) sekaligus menghadirkan layanan registrasi yang<br \/>\nlebih mudah, cepat, dan dekat dengan pelaku usaha.<\/p>\n<p>Bertempat di kantor BPOM di<br \/>\nSurabaya, kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional,<br \/>\nSuplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, <b>Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm.<\/b>,<br \/>\nKepala BPOM di Surabaya, <b>Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt.<\/b>, serta para<br \/>\nkepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di wilayah Jawa Timur, di antaranya<br \/>\nKepala Balai POM di Jember <b>Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm., Apt.<\/b>,<br \/>\nKepala Balai POM di Kediri <b>Winanto, S.Si., Apt., M.Si.<\/b>, dan Kepala Loka<br \/>\nPOM di Kota Madiun, <b>Aziz Jihaduddin, S.Farm., Apt.<\/b> Kehadiran para<br \/>\npimpinan BPOM ini memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam memberikan<br \/>\npendampingan langsung kepada pelaku usaha.<\/p>\n<p>Program ini menghadirkan<br \/>\nempat inovasi unggulan, yaitu PATRIOTISME, BRIDGE, \u00a0NIE TUNTAS, dan LENTERA. Selama dua hari,<br \/>\npelaku usaha yang hadir secara luring maupun daring memperoleh pendampingan<br \/>\nintensif untuk menyelesaikan berbagai kendala registrasi sekaligus mempercepat<br \/>\nproses perizinan produk mereka.<\/p>\n<p><b>Mohamad Kashuri, S.Si.,<br \/>\nApt., M.Farm., Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan,<br \/>\ndan Kosmetik BPOM, <\/b>mengatakan bahwa <i>One Stop Services<\/i><br \/>\nmerupakan wujud komitmen BPOM dalam mempercepat layanan registrasi sekaligus<br \/>\nmendorong lahirnya lebih banyak produk inovasi anak bangsa. <i>&#8220;<\/i>Kami<br \/>\ningin inovasi tidak berhenti di laboratorium. BPOM siap mendampingi pelaku<br \/>\nusaha mulai dari pemenuhan regulasi hingga proses registrasi, agar hasil riset<br \/>\ndapat segera menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing<br \/>\ndi pasar. Melalui <i>One Stop Services<\/i>, kami menghadirkan layanan yang<br \/>\nlebih cepat, mudah, dan semakin dekat dengan pelaku usaha.&#8221;<\/p>\n<p>Selanjutnya, <b>Yudi<br \/>\nNoviandi, M.Sc., Tech., Apt.,<\/b> <b>Kepala BPOM di Surabaya,<\/b> mengatakan<br \/>\nbahwa penyelenggaraan <i>One Stop Services<\/i> merupakan bentuk komitmen BPOM<br \/>\nuntuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dan responsif bagi pelaku usaha.<br \/>\n&#8220;Kami ingin pelaku usaha merasa didampingi di setiap prosesnya. Karena<br \/>\nitu, BPOM di Surabaya hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala<br \/>\nregistrasi agar proses penerbitan Nomor Izin Edar dapat berjalan lebih cepat,<br \/>\ntepat, dan sesuai ketentuan. Harapan kami, semakin banyak produk yang aman,<br \/>\nbermutu, dan berdaya saing dapat segera dipasarkan sehingga memberi manfaat<br \/>\nyang lebih luas bagi masyarakat.&#8221;<\/p>\n<p>Tak hanya mempercepat<br \/>\nlayanan registrasi, BPOM juga memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik<br \/>\nmelalui kerja sama bersama Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Melalui<br \/>\ninovasi BRIDGE dan PATRIOTISME, BPOM menghadirkan sosialisasi, <i>coaching<br \/>\nclinic<\/i>, dan pendampingan yang menjembatani hasil riset agar dapat<br \/>\ndihilirisasi menjadi produk yang siap memasuki pasar.<\/p>\n<p>Selain mempercepat<br \/>\nhilirisasi riset, BPOM juga terus memperkuat literasi regulasi kepada pelaku<br \/>\nusaha dan masyarakat melalui inovasi PATRIOTISME. Edukasi diberikan secara<br \/>\nmenyeluruh mulai dari aspek keamanan, mutu, khasiat, klaim, penandaan, hingga<br \/>\nproses registrasi dan notifikasi sesuai ketentuan. Langkah ini diharapkan mampu<br \/>\nmeningkatkan kepatuhan sekaligus mempercepat lahirnya produk-produk yang<br \/>\nmemenuhi standar BPOM.<\/p>\n<p>Melalui penyelenggaraan <i>One<br \/>\nStop Services<\/i> di BPOM Surabaya, BPOM menegaskan komitmennya untuk<br \/>\nmenghadirkan layanan regulasi yang semakin responsif, kolaboratif, dan<br \/>\nberorientasi pada percepatan inovasi nasional. Sinergi antara BPOM Pusat, BPOM<br \/>\ndi Surabaya, dunia akademik, dan pelaku usaha menjadi langkah nyata dalam<br \/>\nmempercepat hadirnya produk-produk Indonesia yang aman, bermutu, berkhasiat,<br \/>\nserta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/244732c2-02da-4900-aeb7-8b2e839776c5\/77e4cb4f-1882-4284-91a2-2d4498fb63c3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, 08 Juli 2026 \u2013 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat lahirnya produk-produk unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan One Stop Services Registrasi Obat Bahan Alam (OBA), Obat Kuasi (OK), Suplemen Kesehatan (SK), dan Kosmetik yang digelar pada 8\u20139 Juli 2026 di BPOM di Surabaya. Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Registrasi Obat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47270,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-47269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}