{"id":47384,"date":"2026-07-10T16:02:47","date_gmt":"2026-07-10T07:02:47","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47384"},"modified":"2026-07-10T16:02:47","modified_gmt":"2026-07-10T07:02:47","slug":"cuc-dan-rscm-memperkuat-kemitraan-strategis-di-bidang-oftalmologi-mempercepat-penanganan-kelainan-refraksi-yang-mengakibatkan-kerugian-produktivitas-global-senilai-us411-miliar-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=47384","title":{"rendered":"CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun"},"content":{"rendered":"<p>Mendorong Peningkatan Standar Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Usia Produktif melalui Penyelesaian Masalah Penglihatan<\/p>\n<p>PT CUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI), yang<br \/>\nmerupakan anak perusahaan di Indonesia dari CUC Inc. yang bergerak dalam<br \/>\nbisnis dukungan institusi medis baik di dalam maupun luar negeri, telah<br \/>\nmenandatangani kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr.<br \/>\nCipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM merupakan rumah sakit umum terbesar di<br \/>\nIndonesia sekaligus rumah sakit pendidikan bagi Universitas Indonesia. Kerja<br \/>\nsama ini akan berfokus pada bidang oftalmologi, khususnya dalam layanan koreksi<br \/>\nrefraksi. Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen untuk memajukan berbagai<br \/>\ninisiatif guna mengatasi permasalahan gangguan penglihatan di seluruh wilayah<br \/>\nIndonesia.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Latar Belakang<br \/>\nKemitraan: Situasi dan Tantangan Gangguan Penglihatan di Indonesia<\/b><\/p>\n<p>Menurut data<br \/>\nOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat,<br \/>\nsilinder, mata tua) merupakan penyebab gangguan penglihatan kedua terbesar di<br \/>\ndunia dan diperkirakan menyebabkan kerugian produktivitas yang sangat besar,<br \/>\nmencapai sekitar 411 miliar dolar AS (sekitar Rp7.400 Triliun)<br \/>\nper tahun [1]. <\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Tantangan ini<br \/>\nsangat akut di seluruh kawasan Asia. Berbagai laporan menunjukkan bahwa 80<br \/>\nhingga 90% remaja di Asia Timur mengalami miopia, dengan hingga 20% di antaranya\u00a0 menderita miopia tinggi [2]. Indonesia pun menghadapi situasi yang tidak kalah<br \/>\nkritis, di mana sekitar 44% anak usia sekolah diperkirakan mengalami masalah<br \/>\nterkait penglihatan [3]. <\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p>Masalah<br \/>\npenglihatan bukan hanya sekadar keterbatasan fisik individu, tetapi merupakan<br \/>\nmasalah sosial serius yang berdampak langsung pada &#8220;Pendidikan&#8221; dan<br \/>\n&#8220;Tenaga Kerja&#8221; yang mendukung pertumbuhan negara. Sebagai<br \/>\n&#8220;investasi pendidikan&#8221; untuk memaksimalkan kemampuan belajar<br \/>\nanak-anak dan memperluas pilihan masa depan mereka, serta sebagai<br \/>\n&#8220;investasi kesehatan&#8221; untuk meningkatkan produktivitas generasi<br \/>\nkerja, perluasan infrastruktur medis oftalmologi telah mencapai tahap krusial<br \/>\nguna mempertahankan dan memperkuat daya saing nasional Indonesia.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Komponen Utama<br \/>\nKemitraan <\/b><\/p>\n<p>Dalam kemitraan<br \/>\nini, kami bertujuan untuk membangun sistem medis yang mengintegrasikan<br \/>\npelayanan, pendidikan, dan penelitian dengan mendorong pengenalan peralatan<br \/>\nkoreksi refraksi terbaru dan transfer pengetahuan kepada tenaga medis setempat.<br \/>\nMelalui kerja sama dengan RSCM, yang merupakan pusat rujukan utama dalam sistem<br \/>\nJaminan Kesehatan Nasional Indonesia, kami tidak hanya akan memperluas layanan<br \/>\nberbayar (self-pay) menggunakan peralatan koreksi refraksi terbaru, tetapi juga<br \/>\nsecara paralel mendorong perawatan kornea tingkat lanjut dalam cakupan asuransi<br \/>\nbagi masyarakat setempat yang menderita penyakit kornea.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Melalui perluasan<br \/>\ninfrastruktur medis oftalmologi ini, kami bertujuan untuk membangun fondasi<br \/>\nlayanan medis regional yang berkelanjutan, di mana setiap orang dapat menikmati<br \/>\nlayanan kesehatan yang layak tanpa memandang tingkat pendapatan.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Inti dari Kemitraan Ini<\/b><\/p>\n<p>Dalam kemitraan ini, tiga pihak yaitu CUC (penyedia peralatan),<br \/>\nRSCM (penyedia dokter dan fasilitas), dan distributor bahan medis (penyuplai<br \/>\nbahan habis pakai) akan menyatukan sumber daya dengan mengadopsi skema KSO<br \/>\n(Kerja Sama Operasi \/ Joint Operation) [4]. Skema ini memungkinkan pengenalan<br \/>\nlayanan medis tingkat lanjut secara cepat dengan meminimalkan beban investasi<br \/>\nawal.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>1. Pengenalan<br \/>\nTeknologi Terbaru dan Operasional yang Stabil<\/b> <\/p>\n<p>CUC bertanggung<br \/>\njawab atas pemilihan, pengadaan, dan pemeliharaan peralatan koreksi refraksi<br \/>\nterbaru, sementara RSCM menyediakan layanan klinis. Selain itu, CUC akan<br \/>\nmenerapkan sistem untuk pemeliharaan peralatan presisi dan pengaturan<br \/>\nlingkungan ruang operasi guna menciptakan lingkungan yang selalu dapat<br \/>\nmemberikan perawatan berkualitas tinggi.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>2. Efisiensi<br \/>\nOperasional Medis dan Penguatan Fondasi Medis Regional<\/b> <\/p>\n<p>Dengan<br \/>\nmemanfaatkan pengetahuan dukungan institusi medis yang telah dipupuk CUC di<br \/>\nJepang, kami akan memberikan dukungan operasional seperti optimalisasi alur<br \/>\npemeriksaan. Kami akan membangun fondasi yang mampu menerima lebih banyak<br \/>\npasien dan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan medis regional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Operasi dan<br \/>\nProsedur Koreksi Refraksi Terbaru yang Diperkenalkan<\/b><\/p>\n<p>Kami akan<br \/>\nmemperkenalkan teknologi koreksi refraksi terbaru untuk mengobati rabun jauh,<br \/>\nrabun dekat, dan silinder dengan presisi tinggi dan waktu pemulihan yang<br \/>\nrelatif singkat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Layanan LASIK Kombinasi Cross-linking untuk<br \/>\nMemperkuat Kornea:<\/b><\/p>\n<p>Kami<br \/>\nmenyediakan layanan yang mengombinasikan tindakan refraksi konvensional dengan <i>corneal<br \/>\ncross-linking<\/i> untuk memperkuat kornea serta meningkatkan stabilitas hasil<br \/>\njangka panjang. <\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Lenticule Extraction<\/b>: Teknologi koreksi refraksi minimal<br \/>\ninvasif tanpa flap [5] menggunakan laser<br \/>\nfemtosecond.\u3000Teknologi<br \/>\nini diakui sebagai salah satu prosedur koreksi penglihatan terbaru untuk miopia<br \/>\ndan astigmatisme miopia, menawarkan pilihan perawatan yang lebih beragam dan<br \/>\noptimal sesuai dengan karakteristik kornea serta kebutuhan visual masing-masing<br \/>\nindividu.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Penerapan pada Penyakit Kornea<\/b>: Selain meningkatkan penglihatan,<br \/>\nteknologi <i>corneal cross-linking<\/i> juga digunakan untuk mengobati penyakit<br \/>\nkornea tertentu, terutama keratoconus progresif dan ektasia kornea. Selain itu,<br \/>\nteknologi ini mulai digunakan sebagai terapi tambahan untuk tukak kornea dan<br \/>\nkeratitis infeksius tertentu melalui penguatan jaringan stroma kornea dan efek<br \/>\nantimikroba tambahan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Rencana Masa<br \/>\nDepan <\/b><\/p>\n<p>Dengan target<br \/>\npeluncuran layanan secara penuh pada akhir tahun 2026, kami akan memperluas<br \/>\noperasional medis berkualitas tinggi yang dikembangkan melalui proyek ini ke<br \/>\nberbagai institusi kesehatan di seluruh Indonesia. Melalui inisiatif ini, kami<br \/>\nbertujuan untuk memfasilitasi adopsi perawatan medis tingkat lanjut di<br \/>\nkota-kota daerah, serta berkontribusi pada peningkatan Kualitas Hidup (QOL)<br \/>\nmasyarakat Indonesia secara jangka panjang dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menjadikan model<br \/>\nyang sukses diterapkan di RSCM sebagai titik awal, kami berkomitmen untuk mendorong ekspansi ke<br \/>\ntingkat nasional, baik ke institusi medis utama maupun rumah sakit daerah di<br \/>\nseluruh negeri. Ke depannya,\u00a0kami<br \/>\nbertujuan untuk memperkenalkan teknik bedah mutakhir dan bimbingan kontrol<br \/>\nkualitas melalui jaringan spesialis kami di Jepang, sekaligus mendukung<br \/>\npendidikan profesional lokal serta penelitian klinis.<\/p>\n<p><b>Komentar<\/b><\/p>\n<p><b>Dr.<br \/>\nSupriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes (Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto<br \/>\nMangunkusumo) <\/b><\/p>\n<p>Kemitraan ini<br \/>\nmerupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan mata di<br \/>\nIndonesia. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM berkomitmen untuk terus<br \/>\nmenghadirkan layanan kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.<br \/>\nPeningkatan kualitas penglihatan diharapkan dapat mendukung produktivitas,<br \/>\nmobilitas, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Dr. Takeshi<br \/>\nTeshigawara, Ph.D., MBA (Chief Medical Officer Chuo Eye Clinic Group \/ Direktur<br \/>\nYokosuka Chuo Eye Clinic)<\/b>\n<\/p>\n<p>Saya percaya<br \/>\nbahwa pengenalan teknologi bedah koreksi refraksi standar dunia di rumah sakit<br \/>\npendidikan Universitas Indonesia melalui kemitraan ini memiliki makna besar<br \/>\nbagi oftalmologi di negara tersebut. Kelainan refraksi adalah masalah kesehatan<br \/>\nmasyarakat penting yang memengaruhi kesempatan pendidikan dan produktivitas<br \/>\ntenaga kerja. Melalui berbagi pengetahuan klinis internasional, saya berharap<br \/>\nhal ini akan mengarah pada pengembangan tenaga medis lokal dan peningkatan<br \/>\nstandar medis yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Profil: Dr. Takeshi Teshigawara, Ph.D., MBA<\/b> <\/p>\n<p>Kepala Direktur<br \/>\nChuo Eye Clinic Group Doktor Kedokteran (Ph.D.), MBA Postdoctoral Fellow di<br \/>\nUniversity of California San Francisco (UCSF) Lulusan University of Bath (UK)<br \/>\nProfesor Klinis Oftalmologi, Fakultas Kedokteran Yokohama City University.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2020,<br \/>\nDr. Teshigawara telah bekerja sama dengan CUC Group dan terus berbagi wawasan<br \/>\nberharga demi pengembangan bidang oftalmologi serta pembinaan tenaga medis<br \/>\nprofesional di seluruh dunia. <\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Tentang Chuo Eye<br \/>\nClinic Group<\/b> <\/p>\n<p>Grup medis yang<br \/>\nmengoperasikan lima klinik mata, terutama di Prefektur Kanagawa, Jepang. Kami<br \/>\nmenyediakan sistem pelayanan mata yang komprehensif dan khusus untuk semua<br \/>\njenis penyakit mata, mulai dari pemeriksaan, diagnosis, konseling, pembedahan,<br \/>\nhingga perawatan pasca-operasi.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Khususnya di<br \/>\nbidang koreksi refraksi, kami menangani operasi katarak dengan lensa<br \/>\nintraokular multifokal, koreksi miopia dengan Phakic IOL (Implantable Collamer<br \/>\nLens), serta terapi penekanan progresi miopia. Total catatan operasi katarak di<br \/>\nseluruh grup mencapai 3.651 kasus per tahun (untuk periode 1 April 2024 \u2013 31<br \/>\nMaret 2025). Kami berkomitmen untuk memberikan layanan medis menyeluruh dengan<br \/>\nmengedepankan keramahan<i> (hospitality)<\/i> bagi setiap pasien.<\/p>\n<p><b>Website<\/b>:<a href=\"https:\/\/www.chuoh-eye-clinic.com\/\"> <\/a><a href=\"https:\/\/www.chuoh-eye-clinic.com\/\">https:\/\/www.chuoh-eye-clinic.com\/<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Profil Organisasi<br \/>\n\/ Perusahaan<\/b><\/p>\n<p><b>\uff1cTentang<br \/>\nRSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)\uff1e<\/b> <\/p>\n<p>RSCM adalah rumah<br \/>\nsakit umum utama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Sebagai rumah sakit<br \/>\npendidikan utama bagi Universitas Indonesia, RSCM berfungsi sebagai pusat<br \/>\nrujukan nasional terkemuka (fasilitas inti yang menyediakan pelayanan medis<br \/>\ntingkat lanjut dan menerima rujukan pasien prioritas) di negara tersebut.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>RSUP Nasional Dr.<br \/>\nCipto Mangunkusumo (RSCM) <\/b><\/p>\n<p><b>Lokasi:<\/b> Jl. Pangeran Diponegoro No.71, Kenari,<br \/>\nKec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430, Indonesia <\/p>\n<p><b>Perwakilan<\/b>: Dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes<\/p>\n<p><b>Didirikan:<\/b> 19 November 1919 <\/p>\n<p><b>Jumlah Tempat<br \/>\nTidur:<\/b> 1.181 <\/p>\n<p><b>Website:<\/b><a href=\"https:\/\/rscm.co.id\/id\/new\"> https:\/\/rscm.co.id\/id\/new<\/a><\/p>\n<p><i>\u00a0<\/i><\/p>\n<p><b>\uff1cTentang CUC<br \/>\nInc.\uff1e<\/b> <\/p>\n<p>Grup perusahaan<br \/>\nyang terdiri dari CUC Inc., 19 anak perusahaan terkonsolidasi di Jepang, dan 28<br \/>\nanak perusahaan terkonsolidasi di luar negeri (per akhir Maret 2026). Dengan<br \/>\nmisi &#8220;Menciptakan Harapan dalam Pelayanan Kesehatan&#8221;, CUC<br \/>\nmengembangkan berbagai bisnis seperti dukungan institusi medis di dalam dan<br \/>\nluar negeri, layanan hospis, serta perawatan kunjungan rumah untuk<br \/>\nmenyelesaikan berbagai tantangan medis. <b><\/b><\/p>\n<p><b>CUC Inc. <\/b><\/p>\n<p>Kantor Pusat:<br \/>\nLantai 15, Tamachi Station Tower N, 3-1-1 Shibaura, Minato-ku, Tokyo, Jepang <\/p>\n<p>Didirikan: 8<br \/>\nAgustus 2014 <\/p>\n<p>Perwakilan: Keita<br \/>\nHamaguchi, Representative Director<\/p>\n<p>Pasar Saham:<br \/>\nBursa Efek Tokyo (Tokyo Stock Exchange) Growth Market (Kode Saham: 9158) <\/p>\n<p>Modal: 7.669 juta<br \/>\nYen (per akhir Maret 2026)<\/p>\n<p>Bisnis Utama:<br \/>\nBisnis institusi medis, bisnis hospis, bisnis perawatan kunjungan rumah, bisnis<br \/>\nresidensi perawatan medis. <\/p>\n<p>Website:<a href=\"https:\/\/www.cuc-jpn.com\/\"> <\/a><a href=\"https:\/\/www.cuc-jpn.com\/en\/\">https:\/\/www.cuc-jpn.com\/en\/<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>\uff1cTentang PT<br \/>\nCUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI)\uff1e<\/b>\n<\/p>\n<p>PT CUC HEALTHCARE<br \/>\nINDONESIA adalah salah satu anak perusahaan luar negeri dari CUC Inc. yang<br \/>\nmenyediakan dukungan institusi medis dan skema KSO (Kerja Sama Operasi) di<br \/>\nbidang dialisis dan oftalmologi di Indonesia. <\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>PT CUC HEALTHCARE<br \/>\nINDONESIA<\/b><\/p>\n<p>Kantor Pusat: Jl.<br \/>\nJenderal Sudirman No.Kav. 25, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota<br \/>\nJakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12920, Indonesia <\/p>\n<p>Didirikan: 31<br \/>\nAgustus 2023 <\/p>\n<p>Perwakilan:<br \/>\nTakamichi Tanabe, Direktur Utama <\/p>\n<p>Modal: 85.500<br \/>\njuta Rupiah <\/p>\n<p>Induk Perusahaan:<br \/>\nCUC Inc. <\/p>\n<p>Bisnis Utama:<br \/>\nBisnis institusi medis (oftalmologi, dialisis), bisnis pariwisata medis<br \/>\n(medical tourism), bisnis dukungan sumber daya manusia asing. <\/p>\n<p>Rekam Jejak<br \/>\nDukungan (Indonesia):<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0 Bisnis Dialisis: Mendukung pengenalan total<br \/>\nsekitar 300 unit peralatan medis.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0 Pelayanan Mata: Mengembangkan dukungan<br \/>\ninstitusi medis dan kemitraan KSO di 3 fasilitas kesehatan.<\/p>\n<p>\u00a0Website:<a href=\"https:\/\/cuc-chi.com\/\">https:\/\/cuc-chi.com\/<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Referensi<\/b><b>\uff1a<\/b><\/p>\n<p>[1] World Health Organization (WHO). Blindness and<br \/>\nvision impairment. WHO Fact Sheets. 2026. <\/p>\n<p>[2] Yulia DE, Barliana JD, Soeharto DA, Tan S.<br \/>\nProfile of refractive errors in children at dr. Cipto Mangunkusumo Hospital.<br \/>\neJournal Kedokteran Indonesia. 2025;13(1):75-79.<\/p>\n<p>[3] World Health<br \/>\nOrganization (WHO). Indonesia commits to improving affordable and equitable eye<br \/>\nhealth services. WHO website. 2026. <\/p>\n<p>[4]<br \/>\nKemitraan strategis antara rumah sakit dan investor, di mana investor<br \/>\nmenyediakan peralatan medis dengan sistem pembagian pendapatan dan keuntungan<br \/>\n(revenue and profit sharing). <\/p>\n<p>[5] Flapless<br \/>\nSurgery: Metode bedah yang tidak memerlukan pembuatan &#8220;flap&#8221; (lapisan<br \/>\ntipis) pada kornea, melainkan langsung menembakkan laser pada permukaan kornea.\n<\/p>\n<p><b>\uff1cAppendix\uff1e<\/b><\/p>\n<p><b>1. Ikhtisar KSO Oftalmologi yang Disediakan oleh CUC CUC<br \/>\nmengembangkan skema &#8220;KSO&#8221; (Kerja Sama Operasi) <\/b><\/p>\n<p>Yang memberikan dukungan menyeluruh kepada institusi medis,<br \/>\nmulai dari penyediaan peralatan medis terbaru hingga bantuan operasional. Model<br \/>\nini adalah model bisnis kolaborasi tiga pihak yang memungkinkan adopsi<br \/>\nteknologi medis tingkat lanjut secara cepat dengan meminimalkan beban investasi<br \/>\nawal bagi institusi medis, sekaligus mewujudkan operasional bisnis yang<br \/>\nberkelanjutan.<\/p>\n<p><b>1)\u00a0\u00a0<\/b><b>Pembagian Peran dalam Penyediaan Sumber Daya<\/b> <\/p>\n<p>Dalam skema KSO ini, CUC, institusi mitra, dan distributor bahan<br \/>\nmedis masing-masing memiliki peran sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>CUC<\/b>: Memiliki aset tetap (peralatan medis, dll.) yang diperlukan<br \/>\nuntuk pengobatan dan melakukan skema sewa\/rental kepada institusi medis. Selain<br \/>\nitu, CUC menyediakan konsultasi operasional gaya Jepang, pemasaran untuk<br \/>\npenarikan pasien, serta peningkatan keterampilan klinis.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Rumah Sakit<\/b>: Menyediakan ruang perawatan, memastikan ketersediaan dokter<br \/>\ndan perawat, serta mengurus perizinan yang diperlukan untuk pelaksanaan<br \/>\ntindakan medis.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Distributor<br \/>\nBahan Medis<\/b>: Melakukan<br \/>\npengadaan dan penjualan bahan medis serta bahan habis pakai (consumables) yang<br \/>\nsangat penting untuk tindakan medis kepada institusi medis.<\/p>\n<p><b>2) Struktur Pendapatan<\/b> <\/p>\n<p>Dengan mendistribusikan pendapatan bisnis yang diperoleh dari<br \/>\npenggunaan peralatan dan bahan medis yang disediakan oleh CUC secara tepat,<br \/>\nkami berupaya menyebarluaskan layanan medis mutakhir sambil meringankan beban<br \/>\nkeuangan di sisi rumah sakit.<\/p>\n<p><b>3) Karakteristik KSO CUC <\/b><\/p>\n<p>KSO dari CUC tidak hanya sekadar peminjaman alat, tetapi juga<br \/>\nmemberikan dukungan pendampingan bagi institusi medis:<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Pengembangan Lingkungan Fasilitas:<\/b> Memberikan saran desain fasilitas agar<br \/>\npasien dapat menerima perawatan dengan nyaman.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Optimalisasi<br \/>\nOperasional: <\/b>Membangun<br \/>\noperasional yang efisien dan memberikan dukungan pemasaran untuk menjangkau<br \/>\nlebih banyak pasien.<\/p>\n<p><b>2. Area Target Spesifik dan Cakupan Dukungan<\/b> <\/p>\n<p>Kami menyediakan peralatan medis canggih dan lingkungan<br \/>\nperawatan terutama untuk empat area penyakit dan pengobatan berikut:<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Katarak:<\/b> Mendukung teknik <i>Phacoemulsification<\/i> (Phaco) menggunakan<br \/>\nmikroskop dengan reliabilitas tinggi, serta kalkulasi kekuatan lensa<br \/>\nintraokular yang presisi dengan <i>IOL Master<\/i>. Menyediakan lensa<br \/>\nintraokular monofokal dan multifokal standar dunia.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Glaukoma<\/b>: Membangun sistem pemeriksaan yang akurat dengan perimetri<br \/>\n(pemeriksaan lapang pandang) dan tonometri (tekanan bola mata). Mendukung<br \/>\npencegahan progresi dengan laser terbaru (SLT, PRP) serta mempromosikan bedah<br \/>\nglaukoma invasif minimal (MIGS).<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Retinopati (Retina &amp; Vitreous):<\/b> Pemeriksaan detail dengan OCT (<i>Optical<br \/>\nCoherence Tomography<\/i>) dan pencegahan progresi menggunakan laser (PRP).<br \/>\nMempromosikan tindakan injeksi intravitreal serta bedah vitreoretinal.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Koreksi<br \/>\nRefraksi (LASIK): <\/b>Menyediakan<br \/>\nperalatan laser kelas atas (<i>top-tier<\/i>) buatan Jerman. Membangun<br \/>\nlingkungan ruang operasi yang bersih sesuai standar dunia (renovasi, dll.)<br \/>\nuntuk meningkatkan kenyamanan pasien. Melaksanakan dukungan implementasi<br \/>\nlayanan dan kontrol akurasi melalui kerja sama dengan produsen alat serta dokter<br \/>\ndari Jepang.<\/p>\n<p><b>3. Nilai Tambah bagi Mitra<\/b> <\/p>\n<p>CUC memberikan nilai tambah bagi institusi medis maupun operator<br \/>\nKSO sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Dukungan bagi Institusi Medis:<\/b> Bagi rumah sakit yang ingin membangun unit<br \/>\nmata baru atau melakukan ekspansi, kami memberikan dukungan manajemen yang<br \/>\nluas, mulai dari konsultasi bantuan pendanaan hingga penyediaan pengetahuan<br \/>\ntentang operasional institusi medis gaya Jepang.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0\u00a0<b>Dukungan<br \/>\nbagi Operator KSO (Distributor, dll.):<\/b> Bagi distributor lokal yang mengalami kendala ekspansi bisnis<br \/>\nkarena keterbatasan modal atau sumber daya, kami membantu pertumbuhan bisnis<br \/>\nmelalui bantuan pendanaan, pengurangan biaya melalui pembelian terpusat untuk<br \/>\nbahan habis pakai, serta berbagi pengetahuan terkait manajemen operasional.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/2034cfce-7a5f-4a22-9f16-0d5057dc5d90\/4cbc0f06-624b-4c41-b997-12d6df494a5d\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendorong Peningkatan Standar Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Usia Produktif melalui Penyelesaian Masalah Penglihatan PT CUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI), yang merupakan anak perusahaan di Indonesia dari CUC Inc. yang bergerak dalam bisnis dukungan institusi medis baik di dalam maupun luar negeri, telah menandatangani kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47385,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-47384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}