{"id":48006,"date":"2026-07-21T16:02:06","date_gmt":"2026-07-21T07:02:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48006"},"modified":"2026-07-21T16:02:06","modified_gmt":"2026-07-21T07:02:06","slug":"kai-logistik-kelola-87-juta-ton-angkutan-barang-sepanjang-semester-i-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48006","title":{"rendered":"KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang Sepanjang Semester I 2026"},"content":{"rendered":"<p>KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan distribusi logistik berbasis moda utama kereta api, berhasil mencatatkan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan<br \/>\nbahwa capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis<br \/>\nstrategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional.<br \/>\n&#8220;Sepanjang Semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang<br \/>\nkami kelola dengan kontribusi sekitar 63% atau mencapai 5,4 juta ton. Di sisi<br \/>\nlain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan<br \/>\nunggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan<br \/>\nsemakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta<br \/>\napi,&#8221; ujar Yuskal.<\/p>\n<p>Selain batu bara, angkutan kontainer mencatatkan<br \/>\npertumbuhan signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun<br \/>\nsebelumnya menjadi sekitar 1,5 juta ton. Layanan ritel turut tumbuh 29% dengan<br \/>\nvolume mencapai sekitar 38 ribu ton. Sementara itu, pengelolaan angkutan<br \/>\nBBM\/BBK mencapai sekitar 1,5 juta ton, diikuti angkutan semen sebesar 191 ribu<br \/>\nton, serta angkutan limbah B3 sekitar 4 ribu ton.<\/p>\n<p>KAI Logistik menorehkan capaian performa terbaik pada<br \/>\npenghujung Semester I 2026. Pada bulan Juni, perusahaan berhasil mengelola volume<br \/>\nangkutan hingga 1,9 juta ton, atau berkontribusi sekitar 22% terhadap total<br \/>\nvolume Semester I 2026. &#8220;Capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan<br \/>\nmeningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik. Di saat yang<br \/>\nsama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika<br \/>\nindustri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan<br \/>\nsecara berkelanjutan,&#8221; tambah Yuskal.<\/p>\n<p>Tren pertumbuhan tersebut juga terlihat dibandingkan<br \/>\nsecara kuartal. Pada Triwulan II 2026, KAI Logistik berhasil mengelola volume<br \/>\nangkutan sebesar 5,1 juta ton, meningkat 1,5 juta ton dibandingkan Triwulan I<br \/>\n2026 yang berada di sekitar 3,6 juta ton. Peningkatan<br \/>\ntersebut ditopang oleh pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnis. Angkutan<br \/>\nbatu bara mencatatkan kenaikan tertinggi\u00a0<br \/>\npada triwulan II dibandingkan triwulan I, yaitu hingga 1,3 juta ton,<br \/>\ndiikuti angkutan semen yang meningkat 46 ribu ton, angkutan kontainer meningkat<br \/>\n129 ribu ton, angkutan ritel yang meningkat 907 ton, serta pengelolaan limbah<br \/>\nB3 yang meningkat 486 ton.<\/p>\n<p>Salah satu faktor yang membedakan pada kinerja Triwulan<br \/>\nII juga disebabkan oleh semakin variatifnya jenis komoditas yang dilayani. Melalui<br \/>\nlayanan KALOG Pro, KAI Logistik mulai memperluas layanan <i>Business to<br \/>\nBusiness (B2B) <\/i>dengan menghadirkan angkutan <i>Crude Palm Oil (CPO)<\/i> di<br \/>\nwilayah Sumatera Utara. Hingga akhir Semester I 2026, layanan tersebut telah<br \/>\nberkontribusi terhadap pengelolaan volume sekitar 28 ribu ton. Ke depan, perusahaan menargetkan layanan angkutan CPO mampu mencapai<br \/>\nvolume hingga 200 ribu ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung<br \/>\nkelancaran distribusi komoditas strategis nasional sekaligus memperluas pangsa<br \/>\npasar logistik berbasis kereta api.<\/p>\n<p>Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun<br \/>\n2026, KAI Logistik telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada<br \/>\npenguatan aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur.<br \/>\nPerusahaan akan terus mengoptimalkan diversifikasi komoditas yang dikelola<br \/>\nmelalui layanan angkutan multikomoditas, sekaligus meningkatkan kapasitas<br \/>\nangkut guna menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Menurut Yuskal, keunggulan moda kereta api tidak hanya<br \/>\nterletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga pada aspek keselamatan,<br \/>\nketepatan waktu, serta efisiensi operasional yang mampu memberikan nilai tambah<br \/>\nbagi pelanggan. &#8220;Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat sistem<br \/>\nkeselamatan, meningkatkan tata kelola operasional, serta menghadirkan inovasi<br \/>\nlayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan langkah tersebut, kami<br \/>\noptimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat<br \/>\nposisi KAI Logistik sebagai penyedia solusi logistik berbasis kereta api yang<br \/>\naman, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan logistik nasional<br \/>\nsecara berkelanjutan,&#8221; tutup Yuskal.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/f07f4793-cd97-4c4e-9fe7-a876d17a953c\/770a18da-e39c-45ef-91d7-c3fc1f7946d7\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan distribusi logistik berbasis moda utama kereta api, berhasil mencatatkan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48007,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-48006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}