{"id":48039,"date":"2026-07-22T10:02:18","date_gmt":"2026-07-22T01:02:18","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48039"},"modified":"2026-07-22T10:02:18","modified_gmt":"2026-07-22T01:02:18","slug":"komisi-b-dprd-dki-jakarta-tinjau-pengelolaan-nrw-pam-jaya-dorong-peningkatan-efisiensi-layanan-air-perpipaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48039","title":{"rendered":"Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan"},"content":{"rendered":"<p>Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik<\/p>\n<p>Jakarta, 21 Juli 2026 \u2013<br \/>\nKomisi B DPRD DKI Jakarta<br \/>\nmelakukan peninjauan lapangan<br \/>\nke dua fasilitas operasional PAM JAYA, yaitu<br \/>\nDistribution Center (DC) Pondok Kopi,<br \/>\nJakarta Timur dan DC Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan<br \/>\nuntuk melihat secara langsung pengelolaan <i>Non Revenue<br \/>\nWater (NRW) <\/i>atau air yang telah diproduksi namun belum seluruhnya tercatat sebagai<br \/>\nair berekening.<\/p>\n<p>Kegiatan dipimpin oleh Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh<br \/>\nbeserta anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.<br \/>\nRombongan diterima langsung<br \/>\noleh Direktur Utama PAM JAYA Arief<br \/>\nNasrudin beserta jajaran.<\/p>\n<p>Dalam peninjauan tersebut, Komisi B melihat proses<br \/>\npengelolaan jaringan distribusi, pemantauan kebocoran, hingga berbagai upaya<br \/>\nyang dilakukan PAM JAYA dalam menekan angka NRW sebagai bagian dari peningkatan<br \/>\nkualitas pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh,<br \/>\nmengatakan bahwa kegiatan peninjauan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai<br \/>\npengelolaan NRW. Menurutnya, NRW tidak hanya berkaitan dengan kebocoran<br \/>\npipa, tetapi juga mencakup aspek konsumsi<br \/>\nresmi yang belum<br \/>\nberekening, kehilangan komersial, hingga kehilangan fisik pada jaringan distribusi.<\/p>\n<p>\u201cMelalui peninjauan ini, kami mendapat pemahaman yang lebih<br \/>\nutuh mengenai Non Revenue Water (NRW). Penanganannya tentu membutuhkan<br \/>\ninvestasi dan dilakukan secara bertahap, mulai<br \/>\ndari perbaikan jaringan<br \/>\npipa, percepatan sambungan<br \/>\nrumah agar air yang sudah<br \/>\ntersedia dapat segera dimanfaatkan masyarakat, hingga penguatan fungsi<br \/>\nreservoir sebagai cadangan pasokan air. Kami berharap upaya-upaya ini dapat<br \/>\nterus didorong sehingga pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta<br \/>\nsemakin optimal,&#8221; ujar Nova.<\/p>\n<p>Secara sederhana, <i>Non Revenue Water<br \/>\n(NRW) <\/i>merupakan selisih antara<br \/>\njumlah air yang diproduksi dengan air yang tercatat<br \/>\nsebagai pemakaian pelanggan. Kondisi ini dapat terjadi karena dua faktor<br \/>\nutama, yaitu kehilangan air secara fisik,<br \/>\nseperti kebocoran pada jaringan pipa, sambungan, maupun<br \/>\nreservoir, serta kehilangan secara nonfisik, seperti ketidakakuratan meter air,<br \/>\npenggunaan air yang belum tercatat sebagai rekening, maupun kesalahan dalam<br \/>\npencatatan data.<\/p>\n<p>Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa angka NRW tidak dapat dilihat hanya dari besarnya persentase semata, tetapi<br \/>\njuga harus dipahami seiring dengan pertumbuhan sistem penyediaan air minum yang<br \/>\nterus berkembang.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82,33% dengan panjang<br \/>\njaringan pipa sekitar 13.078<br \/>\nkilometer. Artinya, semakin<br \/>\nluas jaringan yang dibangun dan semakin<br \/>\nbesar volume air yang kami distribusikan, maka tantangan dalam mengelola NRW<br \/>\njuga semakin besar. Karena itu, upaya penurunan NRW tidak hanya dilakukan<br \/>\nmelalui perbaikan kebocoran, tetapi juga melalui penguatan sistem,<br \/>\ndigitalisasi, serta pengelolaan jaringan secara lebih efektif,&#8221; ujar<br \/>\nArief.<\/p>\n<p>Arief juga menjelaskan bahwa tidak seluruh air yang masuk<br \/>\ndalam perhitungan NRW berarti hilang atau terbuang. Pada saat PAM JAYA membangun jaringan baru, reservoir, maupun infrastruktur distribusi lainnya,<br \/>\nsebagian volume air masih berada<br \/>\ndi dalam pipa atau fasilitas tersebut sebagai<br \/>\nbagian dari proses pengisian sistem. Air tersebut belum tercatat sebagai air<br \/>\nberekening pada periode yang sama karena belum seluruhnya mengalir hingga ke<br \/>\npelanggan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, tidak<br \/>\nsemua air yang belum tercatat sebagai pendapatan berarti hilang. Sebagian masih<br \/>\ntersimpan di jaringan dan infrastruktur baru yang sedang diisi sebelum akhirnya<br \/>\ndialirkan kepada pelanggan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses<br \/>\npengembangan layanan yang memang perlu dipahami secara utuh,&#8221; tambah<br \/>\nArief.\u00a0<\/p>\n<p>Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat<br \/>\nsemakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator<br \/>\npenting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi<br \/>\ndan perbaikan kebocoran,<br \/>\npenggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga<br \/>\npenertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara<br \/>\noptimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c82b86c4-e78b-409a-8da6-f750577c15f6\/e8d8e463-b89d-4ccd-bc32-afa9fb4f28a3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48040,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-48039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48039"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48039\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}