{"id":48391,"date":"2026-07-27T18:02:26","date_gmt":"2026-07-27T09:02:26","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48391"},"modified":"2026-07-27T18:02:26","modified_gmt":"2026-07-27T09:02:26","slug":"pembukaan-rute-dan-layanan-baru-dongkrak-arus-peti-kemas-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=48391","title":{"rendered":"Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026, yang didorong ekspansi layanan pelayaran seperti pembukaan rute baru dan peningkatan aktivitas perdagangan.<\/p>\n<p><b>SURABAYA<\/b>\u2014Arus<br \/>\npeti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026. PT<br \/>\nPelindo Terminal Petikemas mencatat <i>throughput <\/i>mencapai 6,63 juta TEUs<br \/>\natau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan<br \/>\ntersebut didorong oleh ekspansi layanan pelayaran melalui pembukaan rute baru,<br \/>\npenambahan kunjungan kapal (<i>extra call<\/i>), serta meningkatnya aktivitas perdagangan.<\/p>\n<p>Corporate<br \/>\nSecretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut pertumbuhan<br \/>\nterjadi baik pada peti kemas domestik maupun internasional. Arus peti kemas<br \/>\nluar negeri mencapai 2,27 juta TEUs atau tumbuh 9,13%, sedangkan domestik<br \/>\nmencapai 4,36 juta TEUs atau tumbuh 3,72%. Dari sisi perdagangan internasional,<br \/>\narus impor mencapai 1,11 juta TEUs (tumbuh 11,67%) dan ekspor mencapai 1,13<br \/>\njuta TEUs (tumbuh 6,70%). Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan Indonesia<br \/>\nmasih tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya<br \/>\naktivitas pelayaran, pembukaan layanan [<i>service<\/i>]\u00a0baru, penambahan kunjungan<br \/>\nkapal, <i>direct call<\/i> internasional di kawasan Indonesia Timur, hingga<br \/>\nmeningkatnya kebutuhan logistik untuk mendukung Proyek Strategis Nasional<br \/>\n(PSN),&#8221; ungkap Widyaswendra, Senin (27\/7).<\/p>\n<p>Selain itu modernisasi terminal, peningkatan konektivitas<br \/>\nantarpelabuhan, serta penguatan layanan menjadi faktor penting dalam menjaga<br \/>\nkelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik<br \/>\nIndonesia.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP<br \/>\nAsosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Harry Sutanto, menilai<br \/>\npertumbuhan arus peti kemas menjadi salah satu indikator penting untuk membaca<br \/>\nkondisi perekonomian nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan<br \/>\nekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Meski ekspor mengalami<br \/>\npenurunan dibandingkan impor, kondisi ini tetap berdampak positif karena<br \/>\nsekitar 78 persen impor merupakan bahan baku dan mesin yang dibutuhkan industri<br \/>\nmanufaktur.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau impor naik, sekitar 78 persen di antaranya<br \/>\nmerupakan bahan baku dan mesin. Artinya prospek ekonomi, terutama sektor<br \/>\nmanufaktur, masih tumbuh,&#8221; katanya saat dihubungi, Kamis (23\/7\/2026).<b><\/b><\/p>\n<p>Peningkatan aktivitas perdagangan turut mendorong<br \/>\npembukaan layanan pelayaran dan penambahan kunjungan kapal di sejumlah<br \/>\npelabuhan. Salah satu yang mencatat pertumbuhan tinggi adalah Pelabuhan Panjang<br \/>\ndi Lampung dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 17,4 persen. &#8220;Hampir<br \/>\nsemua pelabuhan menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun tidak sama besar. Di<br \/>\nSumatra misalnya, Pelabuhan Panjang tumbuh cukup tinggi. Pelabuhan-pelabuhan<br \/>\nPelindo sendiri mewakili sekitar 90 persen aktivitas perdagangan nasional,&#8221;<br \/>\nujarnya.<\/p>\n<p>Harry menilai perusahaan pelayaran masih berhati-hati<br \/>\ndalam membuka rute baru. Pembukaan layanan dilakukan setelah mempertimbangkan<br \/>\nketersediaan muatan agar operasional tetap berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Perusahaan<br \/>\npelayaran sangat berhitung dalam membuka rute baru. Mereka harus memastikan<br \/>\nmuatannya tersedia dan berkelanjutan sebelum memutuskan membuka layanan secara<br \/>\nrutin,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Harry juga<br \/>\nmengingatkan sektor pelayaran internasional masih menghadapi tekanan akibat<br \/>\nkonflik geopolitik. Perubahan rute pelayaran menyebabkan biaya angkutan laut<br \/>\nmeningkat, terutama pada jalur Asia-Eropa yang mengalami kenaikan tarif freight<br \/>\nsekitar 30\u201370 persen. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga<br \/>\nmenjadi tantangan karena meningkatkan biaya impor.<\/p>\n<p><b>Indikator<br \/>\nPositif <\/b><\/p>\n<p>Ketua Umum<br \/>\nDewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners&#8217; Association (INSA),<br \/>\nCarmelita Hartoto, menilai pertumbuhan arus peti kemas pada Semester I 2026<br \/>\nmenjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan<br \/>\narus peti kemas nasional pada Semester I 2026 merupakan sinyal yang positif<br \/>\nbagi ekonomi kita (Indonesia). Ini tentu sinyal (positif) bahwa pertumbuhan<br \/>\nekonomi dan arus barang di pelabuhan tetap terjaga, meski di tengah tekanan<br \/>\nekonomi global,&#8221; kata Carmelita saat dihubungi, Kamis.<\/p>\n<p>Carmelita<br \/>\nberharap tren tersebut dapat dipertahankan melalui penguatan ekosistem logistik<br \/>\nnasional, mulai dari peningkatan efisiensi pelabuhan, konektivitas antardaerah,<br \/>\nhingga kelancaran operasional pelayaran.<\/p>\n<p>&#8220;Kita<br \/>\nharap ini dapat terus terjaga dengan menjaga iklim usaha yang baik di dalam<br \/>\nekosistem logistik nasional, seperti efisiensi pelabuhan, peningkatan<br \/>\nkonektivitas nasional, kelancaran operasional pelayaran dan lainnya. Jadi<br \/>\npertumbuhan ini terus berkelanjutan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Pakar<br \/>\nlogistik maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Raja<br \/>\nOloan Saut Gurning, menilai kenaikan throughput peti kemas merupakan<br \/>\nkonsekuensi logis dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan perdagangan.<\/p>\n<p>\u201cUrutannya dimulai dari pertumbuhan ekonomi nasional.<br \/>\nKetika ekonomi tumbuh, interaksi perdagangan secara keseluruhan juga meningkat.<br \/>\nDari situ perdagangan melalui laut ikut bertumbuh, kemudian aktivitas ekonomi<br \/>\nmaritim yang mencakup logistik dan pelayaran juga meningkat, hingga akhirnya<br \/>\nmendorong permintaan layanan terminal peti kemas,\u201d terangnya saat dihubungi<br \/>\nRabu (22\/7\/2026).<\/p>\n<p>Menurut<br \/>\nSaut Gurning, dalam industri maritim terdapat konsep ships follow the trade,<br \/>\nyakni aktivitas pelayaran berkembang mengikuti pertumbuhan perdagangan. \u201cDalam<br \/>\nindustri maritim ada istilah ships follow the trade. Jadi kapal dan aktivitas<br \/>\nterminal peti kemas mengikuti pertumbuhan perdagangan. Perdagangan<br \/>\nsendiri merupakan turunan dari pertumbuhan ekonomi. Itu urutannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan berbagai penelitian empiris menunjukkan<br \/>\npertumbuhan throughput peti kemas memiliki efek pengganda terhadap aktivitas<br \/>\nekonomi. Meski<br \/>\ndemikian, besarnya efek tersebut masih dipengaruhi kualitas sistem logistik<br \/>\nnasional. Belum termasuk ketika terjadi hambatan lain, seperti keterbatasan<br \/>\ninfrastruktur, konektivitas antarmoda, kemacetan distribusi, regulasi, hingga<br \/>\nproses customs, immigration, and quarantine (CIQ).<\/p>\n<p><b>Kualitas<br \/>\nLayanan<\/b><\/p>\n<p>Peningkatan<br \/>\ndaya saing perdagangan Indonesia sangat bergantung pada kualitas layanan<br \/>\nterminal peti kemas. Kinerja layanan terminal peti kemas yang andal akan<br \/>\nmembuat biaya logistik melalui laut menjadi lebih efisien. Setelah biaya<br \/>\nlogistik turun, daya saing perdagangan meningkat, volume perdagangan bertambah,<br \/>\ndan pada akhirnya pilihan pengguna jasa terhadap terminal tersebut juga akan<br \/>\nsemakin tinggi.<\/p>\n<p>Sementara,<br \/>\npengamat kebijakan publik Agus Pambagio menjelaskan bahwa jalur peti kemas<br \/>\nmerupakan salah satu tulang punggung logistik, baik untuk distribusi domestik<br \/>\nmaupun kegiatan ekspor dan impor. Namun, ia mengingatkan masih terdapat<br \/>\nsejumlah tantangan yang harus dibenahi, seperti ketidakseimbangan arus peti<br \/>\nkemas antardaerah, keterbatasan kapasitas pelabuhan, hingga pendangkalan alur<br \/>\npelayaran yang dapat mengurangi efisiensi distribusi barang.<\/p>\n<p>\u201cKalau alur pelayaran mengalami pendangkalan, kapal tidak<br \/>\nbisa beroperasi secara optimal. Kapal akhirnya mengurangi muatan agar tetap<br \/>\naman berlayar, sehingga kapasitas angkut berkurang dan distribusi barang<br \/>\nmenjadi kurang efisien,\u201d katanya saat dihubungi Rabu.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengerukan alur pelayaran, modernisasi<br \/>\nfasilitas, serta investasi pada peralatan bongkar muat perlu terus dilakukan<br \/>\nagar produktivitas terminal semakin meningkat. Investasi pada peralatan bongkar<br \/>\nmuat, modernisasi fasilitas, hingga peningkatan kapasitas pelabuhan perlu terus<br \/>\ndilakukan agar produktivitas terminal semakin baik.<\/p>\n<p>Ia juga<br \/>\nmendorong percepatan pembangunan pelabuhan transhipment internasional agar<br \/>\nIndonesia tidak bergantung pada pelabuhan negara lain. \u201cSaat ini sebagian arus<br \/>\npeti kemas internasional masih harus melalui pelabuhan di negara tetangga<br \/>\nsebelum menuju tujuan akhir. Jika Indonesia memiliki pelabuhan transhipment<br \/>\nyang kuat, efisiensi logistik akan meningkat dan nilai tambahnya dapat<br \/>\ndinikmati di dalam negeri,\u201d katanya. (*)<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/623afc28-fe76-4f4e-9d2e-309c81dafb8c\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026, yang didorong ekspansi layanan pelayaran seperti pembukaan rute baru dan peningkatan aktivitas perdagangan. SURABAYA\u2014Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026. PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat throughput mencapai 6,63 juta TEUs atau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48392,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-48391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}