{"id":49728,"date":"2026-08-19T16:03:07","date_gmt":"2026-08-19T07:03:07","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=49728"},"modified":"2026-08-19T16:03:07","modified_gmt":"2026-08-19T07:03:07","slug":"uph-festival-2026-bekali-mahasiswa-baru-menghadapi-dunia-dengan-ilmu-integritas-dan-tujuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=49728","title":{"rendered":"UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan"},"content":{"rendered":"<p>Hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.<\/p>\n<p>Memasuki hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Mengusung tema<i>\u00a0<b>\u2018Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform\u2019,<\/b><\/i>\u00a0berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.<\/p>\n<p>Perspektif tersebut dibuka melalui sesi bersama <b>Pdt. Jimmy Pardede<\/b>, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci, yang mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Mahasiswa didorong menggunakan hidup dan talenta yang dimiliki bukan sekadar untuk mengejar keberhasilan pribadi, tetapi untuk menjalankan tujuan dan panggilan-Nya. Pembahasan kemudian diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari\u00a0kesehatan, teknologi, hukum, sains, hingga bisnis.<\/p>\n<p><b>Kesehatan: Melihat Pasien sebagai Pribadi Bermartabat<\/b><\/p>\n<p>Dalam sesi <i>\u2018Medicine, Suffering &amp; Human Dignity\u2019<\/i>,\u00a0<b>Caroline Riady, B.A., M.A.,<\/b> CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat manusia dan bidang kesehatan secara lebih utuh melalui perspektif\u00a0Wawasan Dunia Kristen Reformed.\u00a0Manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, sehingga kondisi kesehatan tidak mengurangi nilai seseorang sebagai manusia.<\/p>\n<p>Perspektif ini melihat kesehatan dalam<i>\u00a0biblical storyline of God\u2019s redemptive work.\u00a0Creation,<\/i> ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dalam kondisi yang baik.\u00a0Fall, ketika dosa membawa penderitaan, penyakit, dan kematian.\u00a0<i>Redemption<\/i>, ketika melalui Kristus hadir pengharapan akan rekonsiliasi, kesembuhan, dan pembaruan, termasuk melalui pelayanan kesehatan sebagai anugerah umum.\u00a0<i>Consummation<\/i>, ketika ciptaan dipulihkan secara sempurna dan tidak ada lagi penderitaan, penyakit, disabilitas, maupun kematian.<\/p>\n<p>Kerangka tersebut menempatkan kesehatan bukan sekadar pada persoalan penyakit dan pengobatan, tetapi juga pada bagaimana manusia dipahami, dirawat, dan diperlakukan secara utuh.<\/p>\n<p>\u201cSetiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Melalui sesi ini, mahasiswa diajak melihat bahwa profesi kesehatan bukan sekadar mendiagnosis dan mengobati. Namun mampu menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk merawat manusia, menghormati martabatnya, dan melayani sesama.<\/p>\n<p><b>Teknologi: Tidak Ketergantungan, Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Identitas<\/b><\/p>\n<p>Jika manusia memiliki martabat sebagai\u00a0Imago Dei,\u00a0apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia ketika AI semakin mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilakukan manusia?\u00a0Pertanyaan ini menjadi dasar sesi\u00a0<i>AI, Technology &amp; What Makes Us Human<\/i>\u00a0oleh\u00a0<b>Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E.,<\/b>\u00a0Executive Dean College of Emerging Sciences (CES) UPH. Ia mengingatkan mahasiswa agar kemajuan teknologi tidak menggeser kemampuan manusia untuk berpikir, belajar, dan berkarya.<\/p>\n<p>\u201cAI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan\u00a0critical thinking\u00a0kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung\u00a0copy-paste\u00a0tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai\u00a0Imago Dei\u00a0dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar. Kalian bisa saja minta\u00a0script\u00a0doa dari ChatGPT, tetapi itu bukan dari hati kalian yang berdoa. Jangan sampai karena teknologi, kita justru kehilangan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan,\u201d papar Rizaldi.<\/p>\n<p>AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa didorong menggunakan AI sebagai\u00a0alat untuk belajar dan berkarya, bukan jalan pintas yang menggantikan proses berpikir. Teknologi perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menggeser iman, identitas, dan panggilan manusia.<\/p>\n<p><b>Hukum dan Keadilan: Menggunakan Kebebasan dan Kuasa dengan Tanggung Jawab<\/b><\/p>\n<p>Dalam sesi\u00a0<i>Justice, Law &amp; The Common Good<\/i>,\u00a0<b>Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H.,<\/b>\u00a0Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH mengajak mahasiswa memahami bahwa hak dan martabat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kepintaran, status sosial, maupun posisi, tetapi karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.<\/p>\n<p>\u201cKetika Tuhan mempercayakan kuasa dan kebebasan kepada kita, bagaimana kita menggunakannya? Kuasa tanpa tanggung jawab akan melahirkan ketidakadilan. Karena itu, gunakan kuasa yang Tuhan percayakan bukan untuk mengeksploitasi, tetapi untuk melayani, melindungi, dan memuliakan Tuhan,\u201d jelas Velliana.<\/p>\n<p>Dr. Velliana juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia dapat diwujudkan dengan hidup yang berintegritas.<\/p>\n<p>\u201cHidup berintegritas sesederhana dengan tidak menyontek, menghindari plagiarisme, menepati janji, dan berkomitmen untuk selalu menyatakan kebenaran. Kelak Ketika kalian memiliki gelar, pengetahuan, dan posisi yang memberikan kuasa untuk mengambil keputusan, mahasiswa diharapkan menggunakan semua itu untuk\u00a0melayani, melindungi, dan membawa kebaikan bersama <i>(common good)<\/i>, bukan mengeksploitasi,\u201d tutup Dr. Velliana.<\/p>\n<p><b>Sains dan Iman: Memahami Kebenaran dengan Rendah Hati<\/b><\/p>\n<p>\u201cApakah kamu cukup pintar untuk percaya kepada Allah?\u201d Pertanyaan tersebut membuka sesi <i>Faith and Science<\/i>\u00a0oleh\u00a0<b>Rev. Yohanes Halim,<\/b> Senior Pastor Christ Chapel Karawaci (CCK). Mahasiswa diajak melihat bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan.<\/p>\n<p>Dalam perspektif Kristen\u00a0Reformed, Allah menyatakan diri-Nya melalui\u00a0ciptaan dan Firman-Nya. Ketika muncul pertentangan, manusia perlu menyadari keterbatasannya dan meninjau kembali interpretasi yang dimiliki.<\/p>\n<p>Rev. Yohanes juga mengingatkan bahwa sains tidak sama dengan\u00a0scientism, yaitu pandangan bahwa sesuatu baru dapat dianggap nyata atau benar jika dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Di sisi lain, sains merupakan sarana yang kuat untuk memahami alam semesta dan menghasilkan pengetahuan, tetapi tidak dapat memberikan seluruh jawaban maupun kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.<\/p>\n<p>Karena itu, mahasiswa didorong untuk rendah hati dalam belajar, menyadari keterbatasan dan kemungkinan kesalahan manusia, serta tidak bersikap arogan terhadap pengetahuan yang dimiliki. \u201cScience bisa melakukan banyak hal, tetapi science tidak bisa menyelamatkan kita,\u201d pesannya.<\/p>\n<p><b>Bisnis dan Uang: Menciptakan Nilai bagi Sesama<\/b><\/p>\n<p>Melalui sesi\u00a0<i>Money, Business &amp; The Good Life,<\/i><b>\u00a0Dra. Gracia Shinta S. Ugut, MBA., Ph.D.,<\/b>\u00a0Executive Dean for College of Business and Technology sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPH, mengajak mahasiswa melihat uang dan bisnis bukan sekadar sarana mengejar keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk\u00a0menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, dan melayani masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cUang itu bukan sesuatu yang jahat. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ketika kita membangun bisnis, kita bisa menciptakan\u00a0value, menyelesaikan masalah, menciptakan kesejahteraan, dan memperbaiki komunitas. Yang menjadi masalah adalah ketika uang menjadi\u00a0idol, ketika keserakahan membuat uang menjadi hal yang paling utama dalam hidup kita,\u201d jelas Gracia.<\/p>\n<p>Karena itu, mahasiswa didorong mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan dengan bertanggung jawab. Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana apa yang dimiliki digunakan untuk kebaikan dan melayani sesama.<\/p>\n<p>Dunia akan terus berubah, tetapi pertanyaan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu, teknologi, kuasa, dan sumber daya yang dipercayakan kepadanya akan tetap relevan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi untuk apa pengetahuan itu digunakan.<\/p>\n<p>Melalui UPH Festival 2026, pesan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu dan talenta merupakan sarana untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama. Sejalan dengan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri di UPH, proses ini dipersiapkan untuk membentuk\u00a0pemimpin masa depan\u00a0berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi sesama.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a0efd635-a79a-456c-834f-30a603e33302\/77a90f2f-bbc8-411f-ad2e-e93734dca3ce\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama. Memasuki hari kedua UPH Festival [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49729,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/f5ebac92-107c-4f0f-bb59-1fbaa1291893\/public","fifu_image_alt":"UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-49728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=49728"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/49728\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/49729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=49728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=49728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=49728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}