{"id":50523,"date":"2026-08-31T15:02:15","date_gmt":"2026-08-31T06:02:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=50523"},"modified":"2026-08-31T15:02:15","modified_gmt":"2026-08-31T06:02:15","slug":"konsisten-jadi-penggerak-ekonomi-kerakyatan-bri-bukukan-laba-rp312-triliun-pada-triwulan-ii-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=50523","title":{"rendered":"Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026"},"content":{"rendered":"<p><b>Jakarta<\/b> \u2013 PT Bank Rakyat Indonesia<br \/>\n(Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II<br \/>\n2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga<br \/>\nmomentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan<br \/>\nkualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026,<br \/>\nlaba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% <i>year on year <\/i>(yoy)<br \/>\ndibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Kinerja tersebut juga tetap ditopang oleh<br \/>\nkarakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil,<br \/>\ndan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1% dari total<br \/>\nportofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM,<br \/>\nmenegaskan konsistensi perseroan dalam menjalankan perannya sebagai penggerak<br \/>\nekonomi kerakyatan.<\/p>\n<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery<br \/>\nGunardi yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K,<br \/>\nDirektur Network &amp; Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance<br \/>\n&amp; Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti<br \/>\ndalam pemaparan kinerja yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31\/8\/2026).<\/p>\n<p>Hery menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan<br \/>\nII 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap<br \/>\nresilien. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 berada di kisaran<br \/>\n5,30%, sementara inflasi tercatat sebesar 3,34%. <\/p>\n<p>Di sisi lain, aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan<br \/>\npenguatan, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada<br \/>\nakhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100<br \/>\nmenunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan<br \/>\noptimistis terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n<p>\u201cKondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena<br \/>\nUMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental<br \/>\nperekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu<br \/>\nhal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan<br \/>\nekonomi kerakyatan Indonesia,\u201d ujar Hery.<\/p>\n<p>Dari sisi industri, perbankan nasional juga tetap<br \/>\nmenunjukkan fundamental yang solid. Kredit industri perbankan hingga Triwulan<br \/>\nII 2026 tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year\/yoy), sementara Dana Pihak<br \/>\nKetiga (DPK) tumbuh 10,2% yoy dan dana murah atau CASA meningkat 11,0% yoy.<br \/>\nKualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan Loan at Risk (LaR) industri<br \/>\nturun menjadi 8,5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3%<br \/>\ndan Return on Asset (ROA) terjaga pada level 2,5%.<\/p>\n<p><b>Transformasi Mulai<br \/>\nBerdampak pada Kinerja<\/b><\/p>\n<p>Dalam menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus<br \/>\nmenjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut<br \/>\ndiarahkan pada dua agenda besar yang dijalankan secara simultan, yakni<br \/>\nmemperkuat <i>funding franchise<\/i> serta melakukan <i>revamp<\/i> terhadap<br \/>\nbisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun <i>new core<\/i> sebagai sumber<br \/>\npertumbuhan baru.<\/p>\n<p>Dari sisi<br \/>\npendanaan, BRI berfokus pada upaya memperbesar basis dana murah melalui<br \/>\npendekatan berbasis ekosistem. BRI<br \/>\njuga terus memaksimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi<br \/>\nmerchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS hingga BRILink Agen, sekaligus<br \/>\nmemperkokoh dominasi pada klaster bisnis, integrasi <i>value chain<\/i>, serta<br \/>\npenetrasi One BRI Solution.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, BRI terus memperkuat bisnis mikro<br \/>\nsebagai kekuatan utama perseroan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan<br \/>\nkapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko<br \/>\nyang semakin granular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan<br \/>\nbisnis mikro berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas aset.<\/p>\n<p>Selain memperkuat bisnis inti, perseroan juga<br \/>\nmengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan<br \/>\nekosistem, penyempurnaan <i>product value proposition<\/i> dan <i>targeting<\/i><br \/>\nuntuk memperoleh nasabah berkualitas, serta perluasan layanan <i>bullion bank<\/i>.<\/p>\n<p>\u201cTransformasi yang kami jalankan bukan semata untuk<br \/>\nmengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki<br \/>\nmesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan<br \/>\nberkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai<br \/>\nmemberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI,\u201d<br \/>\nujar Hery.<\/p>\n<p>Implementasi berbagai agenda transformasi tersebut<br \/>\ntercermin pada kinerja BRI hingga akhir Triwulan II 2026. Secara konsolidasian,<br \/>\naset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy. Pertumbuhan tersebut<br \/>\nterutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi<br \/>\nRp1.646 triliun.<\/p>\n<p>Ekspansi tersebut didukung DPK yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy.<br \/>\nSejalan dengan pertumbuhan bisnis, net interest income BRI meningkat 9,9% yoy<br \/>\ndari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit<br \/>\n(PPOP) juga meningkat 12,8% yoy menjadi Rp65,7 triliun.<\/p>\n<p>\u201cCapaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai<br \/>\nkami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya<br \/>\nseberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan<br \/>\ndari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat<br \/>\nyang semakin luas bagi perekonomian,\u201d ungkap Hery.<\/p>\n<p><b>Pertumbuhan Diiringi<br \/>\nFundamental yang Semakin Sehat<\/b><\/p>\n<p>Peningkatan profitabilitas BRI juga berjalan<br \/>\nberiringan dengan penguatan kualitas fundamental. Cost of Fund (CoF) secara<br \/>\nbank only turun dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada Triwulan II<br \/>\n2026. Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9%<br \/>\nmenjadi 39,2%. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing<br \/>\nLoan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik<br \/>\ndari 3,4% menjadi 3,1%.<\/p>\n<p>Penguatan fundamental tersebut turut menopang<br \/>\nkemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap<br \/>\nterjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat<br \/>\nsignifikan dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II<br \/>\n2026.<\/p>\n<p>\u201cBerbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa<br \/>\npertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien,<br \/>\nefisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI<br \/>\ndalam menghasilkan return juga semakin kuat,\u201d lanjut Hery.<\/p>\n<p><b>Rp1.235,4 Triliun<br \/>\nKredit Mengalir ke Segmen UMKM<\/b><\/p>\n<p>Di tengah ekspansi bisnis yang semakin<br \/>\nterdiversifikasi, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai <i>core business<\/i><br \/>\nperseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai<br \/>\nRp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Dengan demikian, sekitar 75,1% dari<br \/>\nkeseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen<br \/>\nUMKM.<\/p>\n<p>Menurut Hery, besarnya porsi tersebut menunjukkan<br \/>\nbahwa diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah DNA perseroan sebagai<br \/>\nbank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer,<br \/>\nsmall-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new <i>core<\/i><br \/>\ndilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi,<br \/>\nsementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI.<\/p>\n<p>\u201cBRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai <i>core<br \/>\nbusiness.<\/i> Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan<br \/>\npertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi<br \/>\nbisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses<br \/>\npembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,\u201d kata Hery.<\/p>\n<p><b>Pembiayaan Diperkuat<br \/>\nPemberdayaan, Dorong UMKM Naik Kelas<\/b><\/p>\n<p>Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tidak hanya<br \/>\ndiwujudkan melalui pembiayaan. BRI membangun pendekatan pemberdayaan UMKM<br \/>\nsecara <i>end-to-end<\/i>, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga<br \/>\npelaku usaha secara individual.<\/p>\n<p>Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah<br \/>\nmenjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Pada tingkat komunitas usaha, program<br \/>\nKlasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. BRI juga<br \/>\nmemperluas pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau<br \/>\nsekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN<br \/>\ntelah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.<\/p>\n<p>Ekosistem pemberdayaan tersebut melengkapi peran BRI<br \/>\ndalam memperluas pembiayaan, termasuk melalui KUR. Sepanjang Januari hingga<br \/>\nJuni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari<br \/>\n2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR<br \/>\nBRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.<\/p>\n<p>Hery menegaskan bahwa pendekatan tersebut mencerminkan<br \/>\nperan BRI yang tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai<br \/>\nenabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.<\/p>\n<p>\u201cBagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu<br \/>\nkesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM<br \/>\nmemperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan,<br \/>\nmeningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi<br \/>\nke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,\u201d ujar Hery.<\/p>\n<p>\u201cPada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur<br \/>\ndari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa<br \/>\nbesar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi<br \/>\npelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan<br \/>\nfundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan<br \/>\nkonsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,\u201d pungkas Hery.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/28496057-5da0-4412-89b7-692d6ef1dda2\/4d406228-9f7a-445f-8982-8df4aedb7980\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50524,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/93d7c15c-bedd-4a68-becd-53dae3580f93\/public","fifu_image_alt":"Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-50523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50523"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50523\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/50524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}