{"id":50730,"date":"2026-09-03T17:02:40","date_gmt":"2026-09-03T08:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=50730"},"modified":"2026-09-03T17:02:40","modified_gmt":"2026-09-03T08:02:40","slug":"tak-hanya-membangun-karier-uph-ajak-mahasiswa-baru-menemukan-panggilan-dan-menjalani-hidup-yang-bermakna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pacificposts.com\/?p=50730","title":{"rendered":"Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna"},"content":{"rendered":"<p>Melalui sesi \u201cCalled &amp; Life That Matters\u201d di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, komunitas, hingga prestasi. <\/p>\n<p>Memasuki dunia<br \/>\nperkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan, tantangan, dan<br \/>\npertanyaan tentang masa depan. Lebih dari sekadar menentukan karier, masa<br \/>\nkuliah menjadi kesempatan untuk mengenal diri, mengembangkan potensi, dan<br \/>\nmenemukan arah hidup. Perspektif inilah yang diangkat dalam sesi <b>\u2018Called<br \/>\n&amp; Life That Matters\u2019<\/b> bersama <b>Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.,<\/b><br \/>\nAssociate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations<br \/>\nUPH, pada hari ketiga <b>UPH Festival 2026<\/b>, 15 Agustus 2026, di Auditorium<br \/>\nGrand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang.<\/p>\n<p>Dalam sesi tersebut,<br \/>\nDr. Andry mengajak mahasiswa melihat berbagai pengalaman selama masa kuliah,<br \/>\nmulai dari proses belajar, menghadapi tantangan, membangun komunitas, hingga<br \/>\nmengambil kesempatan untuk memimpin, sebagai bagian dari proses menemukan dan mengembangkan<br \/>\npanggilan hidup.<\/p>\n<p>Dr. Andry mengajak<br \/>\nmahasiswa memaknai proses belajar, tantangan, komunitas, dan kesempatan<br \/>\nmemimpin sebagai bagian dari perjalanan menemukan panggilan. Ia menekankan lima<br \/>\nprinsip sebagai kompas mahasiswa, yakni <b>hidup bukan kebetulan dan panggilan<br \/>\nlebih besar dari karier; kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan; kepemimpinan<br \/>\nadalah kesempatan untuk melayani; gunakan talenta untuk memberi dampak; serta<br \/>\nilmu, kemampuan, pekerjaan, dan pengaruh perlu dijalankan secara bertanggung<br \/>\njawab bagi Indonesia dan kemuliaan Tuhan.<\/b><\/p>\n<p>\u201cJangan pernah takut bermimpi besar di<br \/>\nkampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni<br \/>\ndan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah <i>Shalom<br \/>\nCommunity. <\/i>Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan<br \/>\nkarena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan<br \/>\nmenebus kalian,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>Menemukan Panggilan di Tengah Keraguan<br \/>\ndan Kegagalan<\/b><\/p>\n<p>Pesan tersebut<br \/>\nkemudian diperkuat melalui <b>cerita lima mahasiswa senior<\/b> yang menemukan<br \/>\npanggilan melalui pengalaman yang berbeda. <b>Vanessa Putri Gunawan<\/b>,<br \/>\nmahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2024 sekaligus <i>Ambassadors of UPH<\/i><br \/>\n(AoU) periode 2026\u20132027, menceritakan bagaimana pilihan masuk kedokteran yang<br \/>\nawalnya didorong orang tua justru menjadi bagian dari proses Tuhan membentuk<br \/>\ndirinya.<\/p>\n<p>\u201cSaya sempat<br \/>\nbertanya, apakah ini benar-benar jalan saya atau hanya menjalani rencana orang<br \/>\nlain. Namun, saya kemudian menyadari bahwa Tuhan dapat menggunakan keputusan<br \/>\nyang awalnya terasa terpaksa untuk membentuk dan mengarahkan kita kepada<br \/>\npanggilan-Nya. Karena itu, jangan takut mencoba berbagai kesempatan di UPH,\u201d<br \/>\nujarnya.<\/p>\n<p><b>Berbeda dengan<br \/>\nVanessa, Ruvelino Pascuines Issack Mangindaan<\/b>, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2023<br \/>\nsekaligus Ketua BEM UPH periode 2025\u20132026, menemukan kesempatan baru setelah mengalami<br \/>\nkegagalan. Setelah menunda kuliah untuk mengejar cita-cita menjadi Taruna Akpol<br \/>\ndan menjalani persiapan selama berbulan-bulan, ia harus menerima kenyataan<br \/>\ntidak lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya ke UPH. Ia kemudian<br \/>\naktif dalam berbagai kegiatan hingga bergabung dengan BEM dan dipercaya menjadi<br \/>\nKetua BEM UPH.<\/p>\n<p>\u201cKegagalan bukan<br \/>\nakhir dari segalanya. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita. Karena<br \/>\nitu, ketika ada kesempatan, jangan disia-siakan. Barangkali itu adalah batu<br \/>\nloncatan yang Tuhan sediakan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan,\u201d<br \/>\nkatanya<\/p>\n<p><b>Bertumbuh Melalui Komunitas dan<br \/>\nKesempatan<\/b><\/p>\n<p>Perjalanan menemukan<br \/>\npanggilan juga dapat bertumbuh melalui keterlibatan dalam komunitas. <b>Heavenly<br \/>\nPrayer Toar Matheos Kuhon<\/b>, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan<br \/>\n2025 sekaligus AoU periode 2026\u20132027, mengajak mahasiswa baru untuk berani<br \/>\nmengambil kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi sebagai<br \/>\nruang untuk bertumbuh dan belajar melayani.<\/p>\n<p>\u201cKepemimpinan bukan<br \/>\ntentang kekuasaan atau memerintah orang lain, tetapi tentang kerendahan hati<br \/>\nuntuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Di UPH, saya belajar bahwa<br \/>\npertumbuhan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang karakter, relasi,<br \/>\ndan kehidupan spiritual,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Pengalaman serupa<br \/>\ndirasakan <b>Anthony de Jayson Wiranata<\/b>, mahasiswa Prodi Sistem Informasi<br \/>\nangkatan 2025 dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi<br \/>\n(HMPSSI) UPH periode 2025\u20132026. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk belajar<br \/>\nbekerja sama, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tantangan bersama.<\/p>\n<p>\u201cOrganisasi bukan<br \/>\nhanya tentang tugas atau kepanitiaan, tetapi tentang komunitas. Di sana kita<br \/>\nbelajar menyelesaikan masalah bersama, membangun relasi, dan menciptakan dampak<br \/>\nyang lebih besar. Jangan takut keluar dari zona nyaman dan tetaplah ingin tahu,\u201d<br \/>\ntuturnya.<\/p>\n<p><b>Prestasi untuk Melayani, Bukan<br \/>\nMembuktikan Diri<\/b><\/p>\n<p>Pesan tersebut juga tercermin dalam<br \/>\npengalaman <b>Tiffney Tyara Setyoko<\/b>, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter<br \/>\nangkatan 2023 sekaligus peraih Juara 1 Program Sarjana pada Pemilihan Mahasiswa<br \/>\nBerprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional 2026. Ia mengingatkan bahwa prestasi<br \/>\nbukanlah ukuran nilai diri, melainkan kesempatan untuk mengembangkan talenta<br \/>\ndan menggunakannya bagi sesama.<\/p>\n<p>\u201cKita bukan dipanggil hanya untuk<br \/>\nmemiliki karier yang sukses, tetapi untuk menjalani hidup yang berarti. Jangan<br \/>\ntakut bermimpi besar, ikuti kompetisi, organisasi, penelitian, dan kembangkan<br \/>\ntalenta kalian. Namun, jangan jadikan prestasi sebagai ukuran harga diri. Nilai<br \/>\nkita berasal dari Tuhan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Berbagai pengalaman<br \/>\ntersebut menunjukkan bahwa <b>menemukan panggilan merupakan sebuah proses<\/b>.<br \/>\nKeraguan, kegagalan, komunitas, hingga berbagai kesempatan dapat menjadi ruang<br \/>\nbagi mahasiswa untuk mengenali diri, mengembangkan talenta, dan memahami<br \/>\nbagaimana mereka dapat melayani melalui apa yang dimiliki.<\/p>\n<p>Menutup sesi, Dr.<br \/>\nAndry mengingatkan mahasiswa untuk tidak pasif dalam menjalani masa kuliah,<br \/>\nmelainkan berani mengambil kesempatan untuk bertumbuh, membangun relasi, dan<br \/>\nmelayani.<\/p>\n<p>\u201cIngatlah, kalian<br \/>\nberharga bukan karena pencapaian atau prestasi, tetapi karena Tuhan yang<br \/>\nmenciptakan dan menebus kalian. Jalani masa kuliah dengan berani dan jangan<br \/>\npasif. Berikan yang terbaik, bangun persahabatan, dan layani Tuhan dengan<br \/>\nsegenap hati. Jangan hanya membangun karier, tetapi bangunlah kehidupan yang<br \/>\nbermakna. <i>Soli Deo Gloria<\/i>,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Sesi <i>\u2018Called<br \/>\n&amp; Life That Matters\u2019<\/i> menegaskan bahwa masa kuliah bukan sekadar<br \/>\nperjalanan meraih gelar dan membangun karier, tetapi juga proses untuk mengenal<br \/>\npanggilan, membentuk karakter, mengembangkan talenta, dan belajar melayani.<br \/>\nKarena itu, UPH senantiasa menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai<br \/>\npengalaman pengembangan diri yang membantu mahasiswa bertumbuh secara utuh dan siap<br \/>\nmenjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, serta<br \/>\nmembawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a0efd635-a79a-456c-834f-30a603e33302\/23cf38e7-bc50-4d4e-b225-1bb156f4e40d\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui sesi \u201cCalled &amp; Life That Matters\u201d di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50731,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/cd4b5c1d-3875-45f2-b1f4-0e87cbba08bd\/public","fifu_image_alt":"Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-50730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=50730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/50730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/50731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=50730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=50730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pacificposts.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=50730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}