Cilegon, 22 Januari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group bersama Pemerintah Kota Cilegon resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pembangunan akses jalan Pelabuhan Cilegon dan optimalisasi aset industri, bertempat di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (21/1). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyelaraskan visi daerah dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui kemudahan investasi.

Penandatanganan
dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, bersama Wali
Kota Cilegon Robinsar, dan disaksikan oleh Forkopimda Kota Cilegon serta
jajaran Direksi Pelabuhan Cilegon Mandiri.

Akses Pelabuhan sebagai Leverage Bisnis dan Daya Saing Logistik

Kesepakatan
ini menjadi bagian dari strategi Krakatau Steel Group dalam memperkuat
konektivitas rantai pasok industri baja dan sektor terkait, sekaligus mendorong
efisiensi biaya logistik yang berdampak langsung pada daya saing bisnis.

“Kesepakatan
ini kami pandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas
industri dan logistik. Akses pelabuhan yang lebih optimal akan membantu
kelancaran distribusi bahan baku maupun produk, sekaligus menciptakan efisiensi
biaya logistik yang penting bagi keberlanjutan bisnis Krakatau Steel Group,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &
Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Sinergi Pemerintah dan BUMN
Dorong Nilai Ekonomi Kawasan

Lebih
dari sekadar kerja sama administratif, kesepakatan ini mencerminkan sinergi
konkret antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mengoptimalkan aset strategis
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“MoU ini dilandaskan oleh good will. Kita
ingin aset negara, baik milik BUMN maupun Pemerintah Kota, bisa berkolaborasi
untuk menciptakan ekosistem industri yang paling siap di Indonesia,” tambah Dr. Akbar Djohan.

Krakatau
Steel Group berkomitmen untuk terus mengembangkan praktik bisnis yang
berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan Pemerintah Kota
Cilegon ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan bisnis infrastruktur
dan kawasan industri yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Cilegon
Optimalkan Aset untuk Pertumbuhan Daerah

Wali
Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa kesepakatan ini diharapkan menjadi
titik awal akselerasi pembangunan kota industri dan pelabuhan yang lebih
kompetitif.

“Kami
berharap penandatanganan kesepakatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan
seremonial, melainkan menjadi langkah awal pembangunan Kota Cilegon yang lebih
maju. Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mengoptimalkan aset yang ada agar
memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah,” ujar Robinsar.

Lebih lanjut Robinsar berharap MoU ini menjadi kunci pembuka
akses permodalan dan investasi untuk pengembangan fasilitas di kawasan
pelabuhan serta pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Visi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 10.000 Hektar

Dalam upaya memperkuat posisi
Cilegon sebagai kota industri utama, Krakatau Steel memaparkan rencana ekspansi
besar-besaran. Saat ini, Krakatau Steel mengelola lahan seluas 500 hektar yang
diproyeksikan akan diperluas hingga 2.000 hingga 10.000 hektar guna mendukung
terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Harapan kami besar agar KEK
ini segera terwujud. Dengan perluasan hingga 10.000 hektar, dampak ekonomi bagi
Pemerintah Kota Cilegon dan penyerapan tenaga kerja akan jauh lebih
signifikan,” pungkas Akbar.

Melalui kerja sama ini, Kota
Cilegon diharapkan menjadi pintu utama investasi nasional yang lebih
kompetitif, efisien, dan terintegrasi secara global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES