Financial burnout sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa lelah atau tertekan karena terus memikirkan kondisi keuangan, misalnya bekerja keras tetapi tabungan belum juga bertambah. 

Fenomena ini semakin sering dialami masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup, tuntutan pekerjaan, dan gaya hidup yang terus berkembang. Tidak sedikit orang yang merasa lelah secara mental karena penghasilan yang diperoleh seolah hanya lewat begitu saja tanpa memberikan kemajuan finansial yang berarti.

Kalau kamu pernah merasa capek bekerja tetapi saldo tabungan tidak kunjung bertambah, mungkin kamu sedang mengalami financial burnout.

Apa Itu Financial Burnout?

Financial burnout adalah kondisi kelelahan emosional dan mental yang muncul akibat tekanan keuangan yang berlangsung terus-menerus.

Kondisi ini tidak selalu terjadi karena penghasilan yang rendah. Bahkan, seseorang dengan penghasilan yang cukup besar pun bisa mengalaminya jika pengeluaran terus meningkat atau tidak memiliki strategi pengelolaan keuangan yang jelas.

Beberapa tanda financial burnout antara lain:

– Merasa gaji selalu habis sebelum akhir bulan

– Sulit menambah saldo tabungan

– Cemas ketika melihat tagihan atau pengeluaran

– Kehilangan motivasi untuk menabung

– Merasa bekerja hanya untuk membayar kebutuhan bulanan

– Sulit mencapai target keuangan meskipun penghasilan meningkat

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kenapa Saldo Tabungan Tidak Bertambah?

Sebelum menyalahkan penghasilan, ada baiknya memahami beberapa penyebab yang sering terjadi.

1. Lifestyle Inflation

Ketika penghasilan naik, gaya hidup sering kali ikut meningkat.

Misalnya:

– Lebih sering makan di luar

– Upgrade gadget lebih sering

– Menambah langganan hiburan

– Lebih sering berbelanja online

Akibatnya, kenaikan pendapatan tidak benar-benar meningkatkan kemampuan menabung.

2. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas

Menabung tanpa tujuan sering kali terasa berat.

Berbeda ketika seseorang memiliki target yang spesifik seperti:

– Dana rumah

– Dana pendidikan

– Dana pernikahan

– Dana liburan

– Dana pensiun

Tujuan yang jelas biasanya membuat seseorang lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

3. Seluruh Dana Disimpan di Rekening Transaksi

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menyimpan seluruh uang dalam satu rekening.

Akibatnya, dana yang seharusnya ditabung mudah tercampur dengan kebutuhan harian dan akhirnya terpakai tanpa disadari.

4. Tidak Memisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Kadang bukan penghasilan yang kurang, tetapi pengeluaran yang tidak terkontrol.

Belanja impulsif, promo yang terlalu menggoda, atau kebiasaan membeli sesuatu karena tren dapat membuat kondisi keuangan sulit berkembang.

Cara Mengatasi Financial Burnout

Kabar baiknya, financial burnout bukan kondisi permanen. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan secara bertahap.

1. Buat Evaluasi Keuangan Bulanan

Luangkan waktu untuk melihat ke mana uang digunakan setiap bulan.

Catat penghasilan, kebutuhan pokok, tagihan rutin, transportasi, hiburan, tabungan

Dari situ, biasanya akan terlihat pengeluaran mana yang masih bisa dioptimalkan.

Terapkan Metode Pay Yourself First

Alih-alih menabung dari sisa uang, coba sisihkan tabungan segera setelah menerima penghasilan.

Dengan cara ini, tabungan menjadi prioritas, bukan sisa dari pengeluaran.

Pisahkan Rekening Berdasarkan Tujuan

Memisahkan rekening dapat membantu mengurangi godaan menggunakan dana yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu.

Misalnya:

– Rekening kebutuhan harian

– Dana darurat

– Tabungan tujuan

– Dana investasi

Fokus pada Progress, Bukan Nominal Besar

Banyak orang kehilangan semangat karena merasa tabungannya masih kecil.

Padahal membangun kondisi keuangan yang sehat adalah proses jangka panjang. Menambah tabungan secara konsisten sering kali lebih penting dibanding menunggu bisa menabung dalam jumlah besar.

Jangan Biarkan Uang Mengendap Tanpa Rencana

Setelah dana darurat mulai terbentuk dan kebutuhan harian terpenuhi, sebagian dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat dapat dikelola sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Salah satu strategi yang sering digunakan adalah memisahkan dana jangka menengah dari rekening transaksi harian agar tidak mudah digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Dengan cara tersebut, proses menabung menjadi lebih terarah dan target keuangan lebih mudah dipantau.

Bangun Kebiasaan Menabung yang Lebih Terencana dengan Deposito WOW

Financial burnout sering kali muncul karena kita merasa bekerja keras tanpa melihat perkembangan kondisi keuangan. Karena itu, penting untuk memiliki strategi penyimpanan dana yang sesuai dengan tujuan keuangan dan jangka waktu penggunaannya.

Bagi kamu yang memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito online dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Melalui Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce, dana dapat ditempatkan secara digital melalui aplikasi tanpa perlu datang ke kantor cabang. Deposito WOW menawarkan bunga kompetitif* dengan pilihan tenor mulai dari 7 hari hingga 12 bulan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing nasabah.

Dengan pemisahan dana yang lebih terencana, kamu bisa membangun kebiasaan menabung yang lebih disiplin sekaligus menjaga fokus terhadap target keuangan yang ingin dicapai.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, tenor, serta ketentuan yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mempelajari produk Deposito WOW yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/tkdepositowow

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES