Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, KAI Logistik melaksanakan kegiatan penanaman 270 bibit mangrove di kawasan pesisir Marunda, Jakarta Utara, pada Jumat (3/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari,
menyampaikan bahwa momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bagi
perusahaan untuk terus menghadirkan aksi nyata dalam mendukung keberlanjutan.
“Penanaman mangrove ini merupakan salah satu wujud komitmen Perusahaan
dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memperkuat
kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Sejalan dengan
komitmen tersebut, KAI Logistik terus mengembangkan konsep Green Logistics
melalui layanan logistik berbasis kereta api yang lebih efisien dan rendah
emisi, serta diimbangi dengan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Kami
ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan selaras dengan
upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi
masyarakat,” ujar Dwi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program
pelestarian lingkungan, salah satunya rehabilitasi ekosistem mangrove. Mangrove
memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mulai
dari melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang, menjadi habitat
penting bagi berbagai biota laut, hingga berfungsi sebagai salah satu ekosistem
dengan kemampuan menyerap dan menyimpan karbon yang tinggi. Oleh karena itu,
rehabilitasi kawasan mangrove menjadi solusi berbasis alam (nature-based
solution
) yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim sekaligus
meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Dampak positif dari kegiatan ini juga dapat diukur
melalui potensi penyerapan karbon yang dihasilkan. Berdasarkan estimasi
menggunakan metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC),
dengan asumsi tingkat keberhasilan tumbuh sebesar 80% atau sekitar 216 pohon,
penanaman 270 bibit mangrove diperkirakan mampu menghasilkan biomassa kering
sekitar 3,24 ton dalam lima tahun pertama. Dengan menggunakan faktor kandungan
karbon sebesar 47%, kegiatan tersebut berpotensi menyimpan sekitar 1,52 ton
karbon (C) atau setara dengan ±5,6 ton CO₂e. Potensi serapan karbon tersebut
menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti penanaman mangrove dapat memberikan
kontribusi nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat
ketahanan ekosistem pesisir.

“Komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan
melalui penanaman mangrove merupakan program berkelanjutan yang telah menjadi
agenda tahunan perusahaan dalam implementasi TJSL. Sebelumnya, pada tahun 2025,
KAI Logistik menanam 500 bibit mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong,
Kabupaten Bekasi. Program serupa juga dilaksanakan di salah satu wilayah
operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, KAI Logistik Wilayah
Timur telah menanam total 3.600 bibit mangrove secara bertahap sejak tahun
2023. Konsistensi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung
pelestarian lingkungan serta memperluas dampak positif bagi masyarakat di
berbagai wilayah operasional,” jelas Dwi.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, KAI Logistik turut
berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
Development Goals/SDGs
), khususnya tujuan ke-14 tentang Ekosistem Laut,
sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and
Governance
(ESG). Ke depan, KAI Logistik akan terus menghadirkan berbagai
program keberlanjutan yang selaras dengan strategi Green Logistics,
sebagai upaya memastikan bahwa setiap langkah hijau yang dilakukan hari ini
menjadi investasi bagi bumi yang lebih lestari di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES